PARINGIN - Kawasan Siring kota Paringin kini punya warna baru. Kolaborasi antara komunitas Kopi Kelana, Literasi Literasa, dan Rumah Kreatif Gumboh menghadirkan lapak baca gratis sebagai upaya menjemput bola dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Bumi Sanggam.
Inisiatif ini lahir dari keresahan penggiat literasi terhadap akses buku yang sulit dijangkau warga. Jarak menuju perpustakaan daerah dinilai cukup jauh bagi sebagian masyarakat. Kondisi koleksi buku yang statis juga menjadi alasan utama para pemuda ini memboyong beragam literatur. Mulai dari sastra hingga pengetahuan umum, berbagai buku menjadi menu suguhan.
Pemilik Kopi Kelana, Faisal Rahman mengungkapkan, kehadiran lapak baca di ruang terbuka ini bertujuan memecah sekat kaku dalam budaya membaca. Dengan konsep santai sembari menikmati kopi lokal, masyarakat dari berbagai kalangan usia diharapkan tidak lagi canggung untuk menyentuh buku di tengah aktivitas akhir pekan mereka.
“Selain jaraknya yang cukup jauh, fasilitas di perpustakaan juga masih kurang memadai. Koleksi buku yang tersedia terbatas dan cenderung itu-itu saja. Karena itu, kami menghadirkan lapak baca ini agar masyarakat lebih mudah mengakses buku,” ujar Faisal, Minggu (29/3).
Gerakan ini tidak sekadar menyediakan tumpukan buku di atas meja. Para penggeraknya telah menyiapkan agenda rutin mingguan seperti diskusi buku, bedah puisi, hingga ruang tukar gagasan yang terbuka untuk umum. Selain itu, mereka juga membuka keran donasi bagi warga yang ingin menyumbangkan koleksi pribadinya guna memperkaya variasi bacaan di lapak tersebut.
Melalui pendekatan yang inklusif ini, Siring Paringin diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga pusat edukasi berkelanjutan. Semangat literasi yang dibawa secara kolektif ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca yang lebih organik dan dekat dengan keseharian masyarakat Banua.