Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Aisyiyah Kalsel Diminta Perkuat Dakwah Spiritual, Bantuan Hukum dan Antisipasi Krisis Global Dampak Perang Timur Tengah

Zulvan Rahmatan • Minggu, 29 Maret 2026 | 13:06 WIB

 

DATANG: Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbaniyah hadir di Masjid Al-Jihad Banjarmasin dalam Gerakan Perempuan Mengaji oleh PWA Kalsel.
DATANG: Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbaniyah hadir di Masjid Al-Jihad Banjarmasin dalam Gerakan Perempuan Mengaji oleh PWA Kalsel.

BANJARMASIN - Gerakan dakwah Aisyiyah didorong tidak hanya berhenti pada aktivitas sosial, tetapi juga harus berakar kuat pada nilai-nilai spiritual yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbaniyah saat menghadiri Gerakan Perempuan Mengaji di Masjid Al-Jihad, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, nilai keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial harus menjadi ruh dalam setiap gerakan dakwah, sekaligus menjawab kebutuhan bangsa dan masyarakat.

“Dakwah tidak cukup hanya sosial, tapi harus punya kekuatan spiritual yang memberi dampak nyata,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Salmah juga menyoroti belum adanya pos bantuan hukum (posbankum) di Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan.

Ia pun mendorong agar layanan tersebut segera dibentuk, terutama untuk membantu kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan difabel.

“Karena itu saya mohon agar PWA Kalsel segera mendirikan pos bantuan hukum,” ujarnya.

Menurutnya, layanan hukum menjadi fokus penting Aisyiyah tahun ini dalam membangun perdamaian berbasis keadilan.

Tak hanya itu, Salmah juga mengingatkan pentingnya soliditas organisasi dalam menghadapi dinamika global, termasuk dampak konflik internasional yang berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri.

Ia menilai krisis global di sektor energi, gas, dan minyak dapat berdampak luas terhadap amal usaha Aisyiyah, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga sosial.

“Aisyiyah memiliki jaringan besar, dari perguruan tinggi, puluhan ribu TK, rumah sakit hingga panti asuhan. Kalau terjadi krisis, tentu akan berimbas,” jelasnya.

Karena itu, ia mengimbau seluruh kader untuk mulai melakukan langkah antisipasi melalui efisiensi dan penghematan di berbagai sektor.

“Aisyiyah harus hadir bukan hanya sebagai organisasi besar, tapi juga sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi konsolidasi organisasi PWA Kalsel yang dinilai semakin kuat. Hal itu terlihat dari antusiasme Gerakan Perempuan Mengaji yang diikuti sekitar 1.500 peserta dari seluruh Kalimantan Selatan.

Bahkan, sejumlah peserta rela menempuh perjalanan hingga lima sampai enam jam, termasuk menggunakan transportasi penyeberangan.

“Ini menunjukkan semangat dan keikhlasan luar biasa. Ini indikator kuatnya konsolidasi keislaman di wilayah,” ungkapnya.

Senada, Ketua PWA Kalsel, Yulia Qamariyanti menegaskan pentingnya menjalankan program organisasi secara berjenjang hingga tingkat paling bawah.

“Semua yang sudah menjadi pedoman harus dijalankan sampai ke bawah,” tegasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#dakwah #Aisyiyah Kalsel #Bantuan Hukum