Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Genjot Sektor Non-Tambang, Balangan Patok Target Investasi Rp 725 Miliar

M Dirga • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:45 WIB

SIMBOL KEMANDIRIAN: Tugu Perjuangan Paringin menjadi saksi transformasi pelayanan publik di Kabupaten Balangan. (M Dirga / Radar Banjarmasin)
SIMBOL KEMANDIRIAN: Tugu Perjuangan Paringin menjadi saksi transformasi pelayanan publik di Kabupaten Balangan. (M Dirga / Radar Banjarmasin)
PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp725 miliar untuk tahun 2026.

Target ini disusun sebagai langkah realistis setelah melihat tren capaian investasi tahun sebelumnya yang menunjukkan pergerakan positif di sektor non-pertambangan.

Pada tahun 2025, realisasi investasi di Bumi Sanggam tercatat menyentuh angka 748 miliar rupiah. Capaian tersebut melampaui target daerah yang dipatok sebesar 720 miliar rupiah atau terealisasi sekitar 103,8 persen.

Meski melampaui target kabupaten, angka tersebut diakui belum mampu menembus target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 814 miliar rupiah.

JF Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Balangan, Mariatul Hidayah menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, pemerintah provinsi sebenarnya memberikan target investasi yang cukup tinggi bagi Balangan, yakni sebesar 760 miliar rupiah.

Namun, pihak kabupaten memilih angka 725 miliar rupiah sebagai target internal yang lebih terukur. "Memang sedikit lebih rendah dibanding target provinsi,” ujar Mariatul.

Strategi pencapaian target tahun ini akan mengandalkan diversifikasi sektor penanaman modal. Jika selama ini ekonomi Balangan sangat dominan pada sektor pertambangan, kini tren investasi mulai bergeser ke kategori non-pertambangan yang mencakup bidang jasa, keuangan, perdagangan, hingga industri pengolahan.

Mariatul menyebutkan bahwa perkembangan investasi non-tambang mulai menunjukkan taringnya dengan masuknya modal di sektor perhotelan dan rumah sakit swasta. Kehadiran unit usaha baru di bidang jasa dan kesehatan ini diyakini bakal menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi daerah di masa depan.

“Kita sudah mulai naik untuk non-pertambangan, karena mulai ada investasi baru yang masuk di sektor tersebut. Mudah-mudahan ke depan semakin meningkat, karena kita tidak bisa hanya bergantung pada sektor pertambangan saja,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Balangan #paringin