Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Musrenbang HSU Naik Kelas, Akademisi ULM Turun Tangan Rumuskan Arah Pembangunan

M Akbar Radar Banjarmasin • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:59 WIB

MOMEN:Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani dan Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri, serta akademisi hadiri Musrenbang RKPD 2027 di Aula Dr KH Idham Chalid, Kamis (26/3/2026).
MOMEN:Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani dan Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri, serta akademisi hadiri Musrenbang RKPD 2027 di Aula Dr KH Idham Chalid, Kamis (26/3/2026).

AMUNTAI – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Tahun 2027 tak sekadar forum rutin. Kehadiran Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri bersama jajaran akademisi membuat pembahasan arah pembangunan daerah kian tajam, Kamis (26/3/2026).

Bertempat di Aula Dr KH Idham Chalid, forum ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani dan Hero Setiawan. Juga unsur Forkopimda, jajaran Pemkab HSU, hingga tokoh masyarakat.

Namun, yang mencuri perhatian adalah kehadiran langsung Rektor ULM sebagai narasumber, yang disebut menjadi satu-satunya Musrenbang Kabupaten yang dihadirinya secara langsung.

Tak sendiri, Rektor ULM datang bersama Dr Muhamad Rusmin Nuryadin dan Dr Syarifuddin Kadir. Ketiganya memberikan berbagai masukan strategis untuk mendorong percepatan pembangunan HSU.

H Sahrujani menegaskan Musrenbang RKPD 2027 merupakan tahapan krusial dalam menyusun arah pembangunan daerah. “Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyempurnakan rancangan RKPD hingga menjadi dokumen final,” ujarnya.

Ia menjelaskan RKPD 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dengan visi HSU Bangkit. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pelestarian lingkungan.

Namun, tantangan tak ringan. Proyeksi APBD 2027 diperkirakan sekitar Rp1,6 triliun dengan tren menurun. Kondisi ini memaksa Pemerintah Daerah untuk lebih kreatif mencari sumber pembiayaan alternatif.

“Di sisi lain, kita juga harus memenuhi berbagai ketentuan pengelolaan anggaran, mulai dari batas belanja pegawai hingga alokasi wajib sektor pendidikan dan infrastruktur,” tambahnya.

Meski demikian, capaian pembangunan HSU menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan menurun, sementara pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat tertinggi di Kalsel. 

Masukan dari kalangan akademisi pun menjadi catatan penting. Sejumlah rekomendasi strategis disampaikan, mulai dari penguatan sektor unggulan daerah hingga optimalisasi sumber daya lokal berbasis riset.

Di akhir kegiatan, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan penandatanganan berita acara sebagai bentuk kesepakatan bersama arah pembangunan HSU ke depan.

Editor : Fauzan Ridhani
#musrenbang #Amuntai #ahmad alim bachri #Pemkab HSU #Kabupaten Hulu Sungai Utara