Sebagai langkah cepat, perusahaan langsung melakukan sterilisasi pada fasilitas tersebut guna menjaga kualitas air.
Pjs Supervisor Humas dan CSR PTAM Sanggam, Yurli Setiawan mengungkapkan rasa terkejutnya atas insiden ini.
Menurutnya, kejadian memilukan tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak perusahaan beroperasi di Kabupaten Balangan.
Pihak manajemen pun turut terlibat langsung dalam proses evakuasi serta memberikan tali asih kepada keluarga korban.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini sangat mengejutkan manajemen karena merupakan kejadian yang sama sekali tidak kita inginkan,” ujar Yurli saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).
Menyikapi kekhawatiran masyarakat terkait kebersihan air pasca insiden, PTAM Sanggam segera melakukan pengurasan dan pembersihan total pada unit WTP tersebut.
Yurli memastikan bahwa distribusi air untuk wilayah Awayan tetap berjalan normal dengan kualitas yang tetap terjaga sesuai standar kesehatan.
“Kami langsung melakukan pengurasan dan pembersihan total pada unit WTP tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan air yang disalurkan ke pelanggan tetap higienis, bersih, dan aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Terkait keamanan aset, Yurli menjelaskan bahwa kawasan WTP sebenarnya merupakan area terbatas yang hanya boleh dimasuki oleh petugas dan telah dilengkapi pagar pengaman.
Namun, manajemen berkomitmen untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi besar guna memperketat sistem keamanan di seluruh titik instalasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Pihak PTAM Sanggam juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian di lokasi kejadian.
Saat ini, fokus perusahaan adalah memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak terganggu sembari mendampingi keluarga korban dalam masa duka.
Editor : Sutrisno