BANJARMASIN – Arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa di Kalimantan Selatan. Kapal penumpang Dharma Rucitra I yang berangkat dari Surabaya tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Rabu (25/3) siang, membawa hampir seribu orang pemudik.
Kapal bersandar sekitar pukul 13.00 Wita dan menjadi armada perdana yang mengangkut penumpang arus balik ke Kalsel. Data dari PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Cabang Banjarmasin mencatat sebanyak 994 penumpang komersial turun di pelabuhan tersebut. Selain penumpang, sejumlah kendaraan bermotor dan truk ekspedisi juga ikut masuk, meski jumlah pastinya baru akan dirilis esok hari.
Hasrullah, Koordinator Shift IKT Banjarmasin, menegaskan arus balik ini baru tahap awal. “Prediksi kami, lonjakan arus balik akan terjadi pada 6–9 April 2026. Jadi ini tidak selesai dalam satu hari,” ujarnya. Ia menambahkan, meski arus balik mendominasi, masih ada kemungkinan pemudik susulan dari Banjarmasin menuju Surabaya karena keterlambatan atau kendala tiket.
Sementara itu, Kepala Posko Terpadu Pelabuhan Trisakti, AKP Arfus Husain, memastikan kondisi armada dan penumpang dalam keadaan kondusif. “Pengamanan dan pelayanan arus balik akan terus dilakukan hingga 30 Maret 2026. Kami berupaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Banjarmasin tersebut.
Dengan kedatangan perdana ini, arus balik Lebaran di Kalsel resmi dimulai. Ribuan pemudik diperkirakan akan terus berdatangan melalui jalur laut, menjadikan Pelabuhan Trisakti sebagai salah satu titik utama pergerakan pasca-Lebaran di wilayah Kalimantan Selatan.
Sisi lain, arus balik Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Gambut Barakat, Kabupaten Banjar, mulai terasa sejak H+1. Berdasarkan data posko Angkutan Lebaran pada Selasa, (24/3), jumlah penumpang berangkat tercatat mencapai 4.260 orang atau naik 15,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gambut Barakat, Fauzi Arka Putri Wibisono, menyebutkan bahwa peningkatan penumpang yang terjadi saat ini sejalan dengan pola arus balik tahunan. “Kenaikan keberangkatan penumpang, khususnya AKAP, sudah menandakan arus balik. Terpantau sejak H+1 sudah terjadi keberangkatan yang signifikan,” ujarnya, Rabu (25/3).
Dia menambahkan, untuk kedatangan penumpang mencapai 4.094 orang atau meningkat 7 persen. Pada angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), lonjakan kedatangan mencapai 819 penumpang atau naik 36 persen.
Fauzi menilai, angka tersebut masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan keseluruhan data tahun sebelumnya. “Kalau dibandingkan dengan data 2025 secara keseluruhan, angka ini belum bisa dikatakan fantastis. Lonjakan pada H+3 atau 24 Maret itu lebih karena berakhirnya masa cuti bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan work from anywhere (WFA) yang hanya diterapkan di sebagian kecil instansi juga memengaruhi pola pergerakan penumpang. “Karena sebagian besar sudah mulai masuk kerja pada Rabu (25/3), penumpang memilih kembali pada H+3,” tambahnya.
Fauzi memprediksi, puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada akhir masa cuti bersama dan menjelang berakhirnya periode libur tambahan. “Arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret sebagai akhir cuti bersama, kemudian kembali meningkat pada 28 hingga 29 Maret mendatang, saat WFA dan libur sekolah berakhir,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak terminal telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penguatan pengawasan hingga peningkatan fasilitas penumpang. “Antisipasi yang kami lakukan di antaranya pengaturan arus penumpang, baik yang datang, berangkat, pengantar maupun penjemput, kemudian penambahan fasilitas ruang tunggu, serta penambahan armada dan jadwal keberangkatan oleh masing-masing perusahaan otobus,” imbuhnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief