PARINGIN - Sektor pariwisata di Kecamatan Tebing Tinggi mulai merangkak bangun. Objek wisata Meranting di Desa Gunung Batu yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu kini mulai berbenah. Fokus utama pemulihan diarahkan pada wahana river tubing yang selama ini menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke hulu sungai Balangan.
Kerusakan akibat bencana tersebut tergolong masif. Aliran air yang meluap tidak hanya merusak fasilitas fisik seperti gazebo dan ruang ganti, namun juga menghanyutkan inventaris wahana milik pengelola. Kondisi ini sempat membuat geliat ekonomi kreatif di wilayah pegunungan Meratus tersebut mati suri lantaran kehilangan sarana pendukung utama.
Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menyalurkan bantuan logistik peralatan. Sebanyak 50 unit ban karet baru diterjunkan ke lokasi untuk menggantikan perlengkapan yang hilang terseret arus. Langkah ini diambil sebagai stimulan agar operasional wisata bisa segera dimulai kembali tanpa harus menunggu renovasi fisik bangunan yang memerlukan waktu lebih lama.
Pengelola wisata Meranting, Aidi Rusman mengungkapkan bahwa bantuan ban karet tersebut merupakan urat nadi bagi keberlangsungan usaha mereka. Selama ini, river tubing merupakan satu-satunya daya tarik yang membuat pelancong bersedia menempuh perjalanan jauh ke Tebing Tinggi. Tanpa peralatan yang memadai, pengelola praktis tidak bisa berbuat banyak.
Pihaknya saat ini tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga mulai bergerak secara swadaya bersama masyarakat desa untuk membersihkan sisa material banjir di aliran sungai. Selain itu, proposal untuk pengadaan kembali fasilitas penunjang seperti gazebo dan tempat ganti juga sudah diajukan agar kenyamanan pengunjung bisa kembali seperti semula.
“Kemarin ban untuk river tubing itu banyak yang larut terbawa banjir. Alhamdulillah, sekarang sudah ada bantuan 50 ban dari dinas untuk menunjang kembali aktivitas wisata di sini,” ujar Aidi.
Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata Disporapar Balangan, M Sigit Kondang Wibowo menegaskan bahwa pemilihan bantuan perlengkapan wahana merupakan strategi jangka pendek. Tujuannya agar pengelola wisata memiliki modal awal untuk memutar kembali roda ekonomi di desa tersebut. Jika aktivitas river tubing sudah kembali berjalan, kepercayaan publik untuk berkunjung diyakini akan pulih dengan sendirinya.
“Tahun ini rencana kita fokus pada fasilitas wahana itu terlebih dahulu. Jika river tubing sudah jalan, setidaknya pengelola sudah punya modal untuk mulai bangkit kembali,” jelas Sigit.
Pemulihan Meranting diharapkan tidak hanya mengembalikan status desa tersebut sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjamin keberlangsungan pendapatan warga setempat yang menggantungkan hidup pada sektor jasa lingkungan.
Editor : Arif Subekti