Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemeliharaan Berkala, Irigasi Riam Kanan Bakal Dikeringkan

Sutrisno • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:15 WIB

PEMELIHARAAN: Kegiatan pemeliharaan irigasi beberapa waktu lalu. Tahun ini Dinas PUPR Kalsel menyampaikan bahwa tahun ini irigasi kembali dikeringkan.
PEMELIHARAAN: Kegiatan pemeliharaan irigasi beberapa waktu lalu. Tahun ini Dinas PUPR Kalsel menyampaikan bahwa tahun ini irigasi kembali dikeringkan.

BANJARBARU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel menyampaikan pemberitahuan resmi terkait rencana pengeringan Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan yang berada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Pemberitahuan tersebut merujuk pada hasil Berita Acara Sidang Komisi Irigasi Provinsi Kalimantan Selatan tanggal 1 Oktober 2025 tentang kesepakatan jadwal pengeringan DI Riam Kanan.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) sekaligus Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Wahid Ramadani menyampaikan, pengeringan irigasi dijadwalkan pada September hingga Oktober 2026.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh pengguna air, termasuk petani dan masyarakat, agar dapat melakukan langkah-langkah persiapan menghadapi pelaksanaan pengeringan tersebut. "Kami berharap seluruh pengguna air dapat menyesuaikan kebutuhan dan aktivitasnya,” pintanya.

Menurut Wahid, pengeringan ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan berkala jaringan irigasi. “Pengeringan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan saluran primer dan sekunder, termasuk pembersihan gulma dan sedimentasi yang telah mengurangi kapasitas aliran air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi gulma pada saluran primer DI Riam Kanan saat ini mengalami pertumbuhan pesat akibat penumpukan sedimen atau lumpur di dasar saluran. Hal tersebut menyebabkan penampang basah saluran tertutup sehingga menghambat aliran air.

Untuk itu, Dinas PUPR Kalsel akan melaksanakan pengeringan sekaligus pemeliharaan terhadap saluran primer sepanjang 24,047 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 62,834 kilometer.

Selain pembersihan, kegiatan ini juga mencakup perbaikan sejumlah bangunan irigasi yang mengalami kerusakan. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketersediaan debit air, khususnya dalam mendukung kebutuhan pertanian pada Musim Tanam I tahun 2026–2027, penyediaan air minum, serta kebutuhan lainnya.

Dalam pelaksanaannya, ketinggian muka air pada saluran primer akan diturunkan hingga mencapai elevasi dasar saluran atau sekitar nol meter. Hal ini bertujuan agar operasional alat berat dapat berjalan optimal selama proses pemeliharaan.

Editor : Arief
#Riam Kanan #kalimantan selatan #irigasi #PUPR Kalsel #Kota Banjarbaru