Kondisi diperparah aksi serobot oknum pengendara yang memicu keluhan warga yang telah mengantre berjam-jam.
Lemahnya pengawasan di titik antrean dinilai menjadi pemicu ketegangan antarpengemudi.
Baca Juga: Dua Pencuri Motor di Banjarmasin Timur Ditangkap, Terungkap dari Transaksi COD di Marketplace
Merespons kepadatan itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin Ardian memastikan seluruh armada dikerahkan maksimal.
"Kami pastikan seluruh kapal jalan. Sebanyak 8 unit feri dioperasikan semua, meskipun dari arah Batulicin cenderung sepi. Fokus kami adalah memastikan semua masyarakat yang menumpuk di Tanjung Serdang segera terangkut," ujar Ardian, Selasa (24/3/2026).
Dalam kondisi normal hanya empat kapal yang beroperasi. Kini ASDP menyiagakan 8 armada penuh selama 24 jam dengan pola keberangkatan dipercepat—begitu selesai bongkar muat, kapal langsung mengangkut kendaraan berikutnya tanpa menunggu muatan penuh.
Baca Juga: Terapkan Zero Waste Ketat, Pendaki Gunung Kahung Siap-siap Disanksi Jika Tinggalkan Sampah
"Selesai bongkar langsung angkut, meskipun hanya ada dua kendaraan. Kami upayakan percepatan di semua sisi," tambah Ardian.
Kendati demikian, tantangan alam berupa pasang surut air laut dan penumpukan kendaraan di satu titik masih menjadi hambatan operasional.
Ardian mengimbau pemudik tetap sabar dan tertib demi menghindari gesekan di lapangan. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan administrasi sebelum memasuki pelabuhan.
Baca Juga: Pengedar Narkoba di Pelaihari Ditangkap, Polisi Sita 11 Paket Sabu
"Pastikan kartu Brizzi sudah terisi saldonya. Jangan sampai baru melakukan pengisian ulang di gerbang pelabuhan karena itu akan sangat menghambat laju antrean," tutupnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno