TANJUNG SERDANG – Memasuki akhir Ramadan, arus mudik di jalur laut yang menghubungkan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu masih terpantau landai.
Pantauan di Pelabuhan Feri Tanjung Serdang hingga Rabu (18/3) siang menunjukkan belum ada lonjakan penumpang signifikan, baik menuju Batulicin maupun sebaliknya. Area parkir tunggu pun masih relatif lengang, didominasi kendaraan logistik dan warga lokal.
General Manager PT ASDP Indonesia Feri (Persero) Cabang Batulicin, Ardian, menyebut kondisi ini diperkirakan masih bertahan dalam beberapa hari ke depan.
"Sejauh ini pantauan kami dari kemarin hingga hari ini masih sangat aman. Kondisinya landai karena mobilitas masyarakat di sini polanya lebih terukur," ujarnya.
Meski demikian, ASDP tetap bersiap penuh. Sebanyak 8 kapal feri disiagakan untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan, baik penumpang maupun distribusi logistik.
Petugas juga memprioritaskan percepatan bongkar muat, khususnya untuk truk pengangkut barang, guna menghindari antrean di dermaga.
“Kami memaksimalkan percepatan pelayaran. Begitu kapal penuh, langsung berangkat tanpa harus menunggu lama di dermaga," tambahnya.
Ardian memprediksi lonjakan penumpang justru terjadi setelah Lebaran, tepatnya mulai hari kedua Idulfitri hingga H+4.
Menurutnya, lintasan ini lebih banyak dimanfaatkan masyarakat lokal untuk bersilaturahmi antar wilayah.
"Trennya ramai mulai Lebaran kedua sampai hari kelima. Harapan kami, masyarakat bisa membagi waktu keberangkatan agar tidak menumpuk di satu hari," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto