Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ubah Nasib Mustahik Jadi Muzaki, Baznas Pacu Penyaluran Zakat Produktif

M Dirga • Selasa, 17 Maret 2026 | 12:02 WIB

Photo
Photo

Sembari memastikan distribusi merata hingga pelosok dan mendorong dana umat tak hanya terserap konsumtif, Baznas berpacu menuntaskan target zakat di hari terakhir Ramadan.

 

          **** 

Momentum 10 hari terakhir Ramadan menjadi fase paling sibuk bagi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Di tengah meningkatnya arus warga yang menunaikan kewajiban zakat, lembaga ini harus berpacu dengan waktu untuk memastikan dana umat segera terdistribusi. Sisa waktu menjelang Idulfitri ini pun menjadi ujian dalam membuktikan akuntabilitas penyaluran di tengah target besar penghimpunan tahun 2026.

Kabupaten Balangan menarget, sebesar Rp4,162 miliar. Lonjakan target yang mencapai hampir 300 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp1,426 miliar ini, menuntut kerja ekstra di lapangan. Pihak Baznas berupaya menjamin bahwa lonjakan zakat mal maupun fitrah di penghujung Ramadan tetap terkelola secara transparan dan sesuai koridor syariat. Langkah ini menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan publik yang kian meningkat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Namun, di balik geliat pengumpulan tersebut, efektivitas penyaluran masih menjadi catatan penting. Hingga memasuki periode Maret 2026, data menunjukkan penyaluran masih didominasi oleh bantuan bersifat kemanusiaan atau konsumtif yang mencapai Rp218,3 juta dari total serapan Rp221,2 juta.

Sementara porsi strategis untuk bidang pendidikan dan dakwah tercatat masih minim. Tantangannya adalah memastikan bahwa dana yang terkumpul di sisa Ramadan ini tidak hanya habis untuk bantuan pangan sesaat, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan jangka panjang.

Keberhasilan program produktif sebenarnya mulai menunjukkan pola positif di Bumi Sanggam. Sebanyak 61 pelaku UMKM yang awalnya merupakan mustahik, kini telah bertransformasi menjadi pemberi infak rutin setelah mendapatkan suntikan modal usaha dari zakat. Kelompok ini mampu menyumbangkan kembali keuntungan usaha mereka rata-rata Rp2 juta per bulan ke kas zakat.

Ketua Baznas Balangan, Habib Muhammad Assegaf mengungkapkan bahwa skema bantuan modal tersebut diberikan tanpa sistem pinjaman guna mendorong kemandirian ekonomi warga. Pihaknya mendorong pelaku usaha agar saat bisnis berkembang, mereka bersedia berbagi kembali melalui infak untuk membantu warga lain yang masih dalam kondisi sulit.

"Harapannya, pelaku UMKM yang awalnya berstatus mustahik dapat meningkat menjadi muzaki. Kami mendorong agar jika usahanya berkembang mereka dapat berbagi kembali melalui infak untuk membantu mustahik lainnya," ujar Habib Muhammad Assegaf.

Terkait jangkauan distribusi, tim lapangan kini tengah melakukan akselerasi ke wilayah yang sulit diakses di pedalaman Kecamatan Halong hingga Tebing Tinggi. Verifikasi data dilakukan secara maraton agar warga di pelosok tidak terabaikan di tengah hiruk-pikuk Ramadan di pusat kota Paringin. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan pemerataan, di mana distribusi bantuan wajib dipastikan menjangkau mustahik yang selama ini jauh dari pusat informasi.

Baznas Balangan juga masih bersikap hati-hati terkait wacana penyelarasan zakat dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa prinsip pengelolaan zakat harus tetap mengikuti ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku, yaitu disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf.

"Jika suatu program menyasar kelompok fakir dan miskin, secara prinsip bisa disinergikan, namun tentu harus menunggu regulasi dan mekanisme yang jelas agar tetap sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat," tegasnya.

Sementara itu, Baznas Kabupaten Tanah Bumbu mencatat penghimpunan dana zakat sebesar Rp535.143.505 pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, hingga Maret 2026 Baznas telah menyalurkan zakat sebesar Rp127.318.750 kepada masyarakat yang berhak menerima.

Ketua Baznas Tanah Bumbu, Hamzah, mengatakan penyaluran zakat dilakukan dalam berbagai bentuk bantuan. Tidak hanya uang tunai, tetapi juga paket sembako, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, bantuan biaya berobat, serta beasiswa pendidikan.

“Tahun ini Baznas Tanah Bumbu menargetkan penghimpunan zakat mencapai Rp5 miliar.  Semoga target tersebut bisa tercapai,” ujar Hamzah. 

Baca kumpulan berita terkini RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#kalimantan selatan #baznas #Balangan #Tanah Bumbu #zakat #Problem Sosial