Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perluas Bantuan Produktif, Baznas Prioritaskan Pemberian Modal Usaha Bagi Masyarakat Kecil

Zulvan Rahmatan • Selasa, 17 Maret 2026 | 11:51 WIB

Ilustrasi Baznas memberikan bantuan.
Ilustrasi Baznas memberikan bantuan.

BANJARMASIN - Wakil Ketua Baznas Banjarmasin, Ibrahim mengatakan hingga 10 Meret, dana yang terkumpul sudah sekitar Rp550 juta. Jumlah ini masih jauh dari target tahunan sebesar Rp5,5 miliar.

Dana tersebut masuk dalam pos yang beragam, seperti infaq, zakat dan sedekah (ZIS). Pencatatan masuknya pun juga dibedakan. Secara keseluruhan, status masuknya dana ZIS tersebut biasanya lebih besar ke infaq dan sedekah sekitar 60 persen. Disusul zakat sekitar 40 persen sesuai pengalaman tahunan.

Pada hari biasa, rata-rata Baznas menerima dana ZIS untuk dikelola sekitar Rp150 juta perbulan. Jumlahnya berpotensi meningkat pada bulan Ramadan hingga sekitar Rp350 juta. “Pengumpulan diupayakan maksimal, apalagi Ramadan. Rata-rata kemauan untuk ZIS meningkat, para dermawan merasa pahalanya bisa berkali lipat,” jelas Ibrahim.

Dana yang dikelola Baznas akan disalurkan ke sejumlah sektor. Mengedepankan hak delapan golongan penerima zakat atau asnaf. Mereka di antaranya adalah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.

Sejumlah sektor tersebut di antaranya ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan advokasi dakwah. Di sektor kesehatan, bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis namun mengalami keterbatasan biaya.

Sementara di bidang pendidikan, Baznas menyalurkan bantuan berupa beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga seragam bagi siswa kurang mampu. Pada sektor ekonomi, bantuan difokuskan pada modal usaha bagi masyarakat kecil untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Sedangkan di bidang kemanusiaan, Baznas turut memberikan bantuan bagi warga yang terdampak bencana, seperti kebakaran maupun musibah lainnya. “Setiap kepala keluarga biasanya menerima bantuan tunai sekitar Rp1,5 juta,” sebut Ibrahim.

Selain itu, terdapat pula program bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi masyarakat miskin. Program ini bersifat insidental atau diberikan saat terjadi kondisi darurat, meski tetap menjadi bagian dari program Baznas secara nasional.

Baznas juga menyalurkan bantuan dalam bentuk barang, seperti paket sembako Ramadan bagi lansia serta bantuan makanan bergizi bagi ibu hamil yang berpotensi mengalami stunting. Namun ditegaskan, penggunaan ZIS tidak dalam bentuk program melalui makan bergizi gratis (MBG).

Di sektor pemberdayaan ekonomi, Baznas juga telah membina sekitar 30 toko kelontong melalui bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan branding usaha tahun ini. Pada tahun 2026, Baznas berencana memperluas program bantuan ekonomi produktif, seperti pemberian modal usaha bagi pedagang kecil, termasuk usaha gerobak makanan, penjual pentol, hingga minuman seperti susu kedelai. “Kalau bisa tahun depan kita ingin lebih ke bantuan produktif. Fungsinya selain membantu, penerima juga diharapkan bisa keluar dari kemiskinan,” ucapnya.

Salah satu penerima Program Z-Mart Baznas Banjarmasin, Nor Aisya (23), menerangkan, ia menerima bantuan renovasi tempat usaha warung sebesar Rp4 juta dan tambahan modal usaha sebesar Rp4 juta yang terbagi dalam dua kloter. “Selain renovasi, bantuan modal usaha harus diputar lagi. Tentu semuanya disertai pelaporan, bahkan belanja produk dagangan itu juga didampingi Baznas beserta pelatihan pengelolaan usaha,” terangnya.

Sementara itu, Baznas Kabupaten Tanah Laut (Tala) mencatat, sejak Januari penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp1,3 miliar. Baznas Tala menargetkan penghimpunan dana zakat pada tahun 2026 mencapai Rp8 miliar. “Dari total dana yang terkumpul Rp1,3 miliar, yang sudah disalurkan sekitar Rp1,29 miliar,” terang Ketua Baznas Tala, Marliansyah.

Untuk Baznas Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencatat total pengumpulan zakat mal sebesar Rp339.734.092 sepanjang Januari hingga Desember 2025. Jumlah tersebut berasal dari dua jenis pengumpulan, yakni Zakat Penghasilan Pegawai (ZPP) sebesar Rp230.009.092 dan Zakat Mal Perorangan (ZMP) sebesar Rp109.725.000.

Di tahun 2025 BAZNAS HST menargetkan pengumpulan zakat mal sebesar Rp500 juta. Meski belum mencapai target, pihaknya tetap mengapresiasi partisipasi para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Kami sangat berterima kasih kepada para muzakki yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Ke depan kami akan terus meningkatkan sosialisasi agar pengumpulan zakat dapat lebih maksimal,” katanya.

Baca kumpulan berita terkini RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#hulu sungai tengah #kalimantan selatan #baznas #kota banjarmasin #Tanah Laut #zakat