Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemko Banjarbaru Perkuat Tata Kelola Data, 32 Operator Ikuti Bimtek Visualisasi Statistik

Sheilla Farazela • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:36 WIB

POSE:Sekretaris Diskominfo Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami bersama narasumber dan peserta foto bersama usai pelaksanaan Bimtek Visualisasi Data Statistik Sektoral di Aula SINERGI BAPPERIDA Banjarbaru
POSE:Sekretaris Diskominfo Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami bersama narasumber dan peserta foto bersama usai pelaksanaan Bimtek Visualisasi Data Statistik Sektoral di Aula SINERGI BAPPERIDA Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Visualisasi Data Statistik Sektoral di Aula SINERGI Lantai 3 BAPPERIDA Kota Banjarbaru, Kamis (12/2/2026).

Sebanyak 32 operator data dari seluruh perangkat daerah mengikuti kegiatan tersebut. Bimtek ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia sekaligus upaya meningkatkan kualitas data yang akurat, terstandar, dan terintegrasi di lingkungan Pemkot Banjarbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo yang diwakili Sekretaris Diskominfo Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami, menegaskan bahwa data memiliki peran strategis dalam proses pembangunan di era digital.

“Visualisasi data yang baik akan mempercepat pemahaman, meningkatkan kualitas analisis, serta mendorong lahirnya kebijakan publik yang berbasis data,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pemerintah saat ini bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga menyajikannya secara jelas, informatif, dan mudah dipahami. Tanpa penyajian yang tepat, data berpotensi menjadi sekadar angka tanpa makna.

Visualisasi statistik sektoral merupakan representasi grafis berupa diagram, grafik, maupun peta dari data yang dikumpulkan instansi pemerintah. Melalui pendekatan visual, pola, tren, hingga anomali dapat diidentifikasi lebih cepat dibandingkan laporan tabular konvensional.

Bagi pemerintah daerah, visualisasi data memiliki sejumlah manfaat strategis. Selain memperkuat dasar pengambilan keputusan, juga meningkatkan transparansi kepada publik serta membantu mengidentifikasi permasalahan secara lebih cepat, termasuk mendeteksi wilayah yang membutuhkan intervensi.

Dalam praktiknya, sejumlah perangkat modern seperti Google Looker Studio, Tableau, dan Excel dimanfaatkan untuk membangun dashboard interaktif. Bentuk visualisasi yang digunakan antara lain peta tematik untuk persebaran data per kecamatan, grafik perbandingan antar kategori, serta diagram tren indikator pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain materi visualisasi, kegiatan juga dirangkai dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru pada Mei hingga Juli mendatang.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan perangkat daerah sekaligus memastikan data ekonomi yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan pembangunan.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Banjarbaru menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas tata kelola data sebagai fondasi utama dalam perencanaan, monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.

Editor : Fauzan Ridhani
#Data Statistik #perangkat daerah #diskominfo #Pemko Banjarbaru #Bimbingan Teknis (Bimtek)