BATULICIN - Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Bumbu mulai membenahi sejumlah fasilitas transportasi untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Kepala Dishub Kabupaten Tanah Bumbu, Dwi Dibyo Raharjo, mengatakan pembenahan difokuskan pada kenyamanan terminal penumpang, kelayakan jalur utama, serta pengecekan lampu penerangan jalan.
Menurutnya, perawatan sarana transportasi dilakukan secara berkala melalui dukungan anggaran daerah setiap tahun agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat beraktivitas dengan lebih aman.
Sejumlah fasilitas terminal kini mulai dibenahi, mulai dari penataan ruang tunggu, kebersihan area terminal, penyediaan informasi perjalanan, hingga pengaturan area parkir.
Selain itu, Dishub juga memantau kondisi jalur utama yang akan dilalui pemudik. Salah satunya ruas Jalan Ahmad Yani di Desa Kersik Putih yang sebelumnya menjalani perbaikan.
Untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui, Dishub berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanah Bumbu serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dishub juga menyiapkan pemasangan rambu lalu lintas tambahan di sejumlah titik strategis guna mengurangi potensi kecelakaan selama masa mudik.
Berdasarkan pemetaan, beberapa ruas jalan dinilai rawan kepadatan dan kecelakaan. Di antaranya jalur alternatif Batulicin–Banjarbaru, tikungan Desa Sekapuk di Kecamatan Satui, tikungan Desa Batu Ampar, tikungan Desa Pakatelu di Kecamatan Kusan Hilir, serta kawasan jembatan Desa Batulicin Irigasi.
Di titik-titik tersebut, pengawasan lalu lintas akan diperketat melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.
Dishub juga memastikan lampu penerangan jalan umum (PJU) berfungsi dengan baik. Sebanyak 105 titik PJU di kawasan perbatasan jalur alternatif Batulicin–Banjarbaru, khususnya di wilayah Desa Tamunih, telah diperiksa untuk mendukung keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
Meski diperkirakan terjadi peningkatan jumlah kendaraan saat mudik, Dishub menilai arus lalu lintas masih dapat ditangani tanpa rekayasa khusus. Namun petugas tetap disiagakan dan pengaturan lalu lintas secara situasional akan dilakukan jika terjadi kepadatan di titik tertentu.
Editor : Eddy Hardiyanto