Satu per satu para sopir diminta memasukan urine-nya ke dalam wadah, yang kemudian dicampur cairan kimia untuk mengetahui kandungan narkoba di dalamnya.
Syukurnya, dari delapan sopir bus dan Toyota Hiace itu tidak ada didapati yang positif mengonsumsi narkoba.
"Hasil tes delapan sopir reaktif artinya tidak ada mengandung narkoba," jelas Kepala BNN Kabupaten Tabalong, Tukiman.
Ia menjelaskan, tes urine dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk menjaga keselamatan penumpang melalui sopir yang tidak mengonsumsi narkoba dan berkondisi tubuh sehat. "Kami ingin memastikan driver sampai tujuan," tegasnya.
Meski begitu, Tukiman juga meminta kepada para sopir agar tidak mengandalkan kecepatan dan mengendarai kendaraan yang baik. Namun juga sehat.
Para sopir pengendara kendaraan bus dan minibus itu tidak ada yang merasa keberatan atas tes urine tersebut.
Setelah diketahui tidak mengonsumsi narkoba, mereka pun berangkat ke Banjarmasin usai dilepas Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani dan Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo.
Editor : Sutrisno