PARINGIN - Persoalan klasik yang menghantui SDN Paringin 1 selama bertahun-tahun akhirnya menemui titik terang. Sekolah yang semula berlokasi di kawasan Pasar Adaro ini dipastikan segera pindah ke gedung baru, demi menghindari dampak banjir tahunan dan hiruk pikuk pasar yang selama ini mengganggu kenyamanan belajar mengajar.
Keputusan relokasi ini diambil lantaran lokasi lama dinilai sudah tidak representatif. Selain keterbatasan ruang pengembangan bagi ribuan siswa, lingkungan yang bising dan risiko banjir membuat proses pendidikan di sana sulit berjalan optimal. Atas dasar itulah, gedung baru dibangun di lokasi yang lebih strategis dan kondusif.
Menjelang pengoperasiannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan menjadwalkan peninjauan menyeluruh ke lokasi gedung baru tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelayakan seluruh fasilitas sebelum ditempati pada tahun ajaran baru mendatang.
“Kami akan meninjau terlebih dahulu kondisi gedungnya. Tujuannya untuk melihat apa saja yang masih perlu dilengkapi, baik dari sisi fasilitas maupun sarana pendukung lainnya sebelum difungsikan,” ujar Kepala Disdikbud Balangan, Abiji.
Meskipun secara fisik bangunan baru ini telah berdiri, ia menjelaskan bahwa proyek pembangunannya berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Balangan. Hingga kini, proses serah terima aset secara resmi kepada Disdikbud masih dalam proses.
Peninjauan lapangan nantinya akan menjadi acuan bagi dinas untuk menyusun daftar kebutuhan sarana prasarana yang masih kurang.
Pemerintah daerah ingin memastikan saat siswa mulai masuk sekolah nanti, lingkungan belajar sudah benar-benar aman dan nyaman.
“Peninjauan ini sangat penting agar nantinya kegiatan belajar mengajar bisa langsung berjalan baik tanpa kendala sarana yang tertinggal,” tambahnya.
Hadirnya gedung baru ini diharapkan menjadi babak baru bagi SDN Paringin 1 dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Sanggam. Dengan lingkungan yang lebih tenang dan bebas dari ancaman banjir, para siswa dan guru diharapkan dapat lebih fokus dalam mengejar prestasi akademik maupun non-akademik.
Editor : M Oscar Fraby