Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hari Adat Nasional: DAD Balangan Harapkan Otorita IKN Lebih Peka terhadap Simbol Lokal

M Dirga • Jumat, 13 Maret 2026 | 13:26 WIB

MARWAH ADAT: Ketua DAD Balangan, Syahdi saat menyampaikan pesan perdamaian dan pelestarian nilai budaya pada momentum Hari Adat Nasional, Jumat (13/3). (Cachi untuk Radar Banjarmasin)
MARWAH ADAT: Ketua DAD Balangan, Syahdi saat menyampaikan pesan perdamaian dan pelestarian nilai budaya pada momentum Hari Adat Nasional, Jumat (13/3). (Cachi untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Peringatan Hari Adat Nasional yang jatuh tepat hari ini, Jumat (13/3), menjadi refleksi penting bagi eksistensi masyarakat adat di Kalimantan. Di tengah derap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Balangan menitipkan harapan besar agar simbol-simbol budaya dan nilai luhur di Bumi Borneo tetap dijunjung tinggi sebagai fondasi keharmonisan.

Ketua DAD Kabupaten Balangan, Syahdi memandang bahwa identitas adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri daerah. Dalam konteks pembangunan IKN, ia secara santun mengingatkan agar otoritas terkait senantiasa menyelaraskan kebijakan dengan kearifan lokal yang sudah hidup berabad-abad, terutama menyangkut penggunaan simbol-simbol adat yang telah disepakati bersama.

"Kami sangat berharap kepada Otorita IKN agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang sudah ada di bumi Borneo ini. Hal ini termasuk simbol-simbol adat maupun papan nama yang sebelumnya telah disepakati, agar sekiranya dapat dikembalikan seperti sediakala jika ada perubahan," ujar Syahdi, Jumat (13/3).

Syahdi menekankan bahwa perhatian terhadap detail kecil sangatlah penting untuk menghindari potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Baginya, komunikasi yang terjaga dan rasa saling menghormati adalah kunci agar dinamika pembangunan tidak mencederai rasa memiliki masyarakat adat terhadap tanah kelahirannya.

Di sisi lain, Syahdi juga mengajak seluruh warga Dayak di Kabupaten Balangan dan sekitarnya untuk tetap mengedepankan keteduhan. Menjaga ketertiban dan keamanan wilayah menurutnya adalah cerminan dari martabat masyarakat adat yang cinta damai.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Dayak, khususnya di Balangan, agar tetap menjaga kondusivitas. Mari kita pelihara persatuan dan kesatuan dengan sikap saling menghormati di tengah berbagai dinamika yang terjadi saat ini," tambahnya.

Bagi DAD Balangan, momentum Hari Adat Nasional tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk memperkuat kohesi sosial. Penghormatan terhadap adat budaya lokal diharapkan menjadi jembatan yang kokoh dalam menjaga harmoni antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi di tanah Kalimantan.

Syahdi meyakini bahwa dengan adanya sinergi yang baik antara pemangku kebijakan dan tokoh adat, segala potensi persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah. Keharmonisan inilah yang menjadi modal utama dalam mengawal transisi Kalimantan sebagai pusat peradaban baru Indonesia.

 

Editor : Arif Subekti
#Balangan #Adat #IKN #dewan