Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kemarau Diprediksi Tiba April ! BPBD Balangan Siap Waspadai Kerawanan Lahan Gambut

M Dirga • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:07 WIB

ANTISIPASI KEMARAU: Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi saat memberikan arahan kepada personel terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
ANTISIPASI KEMARAU: Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi saat memberikan arahan kepada personel terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

PARINGIN - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membayangi wilayah Kabupaten Balangan seiring mendekatnya musim kemarau.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di daerah berjuluk Bumi Sanggam itu diprediksi mulai terjadi pada April hingga Mei 2026.

Saat ini Balangan masih berada pada masa peralihan atau pancaroba yang ditandai dengan kondisi cuaca tidak menentu.

Meski potensi kekeringan mulai terlihat, Pemerintah Kabupaten Balangan hingga kini belum menetapkan status siaga darurat karhutla.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, H Rahmi, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih fokus pada masa transisi pemulihan pasca banjir.

“Untuk status penanganan banjir kita lanjut, yang mana masih dalam transisi menuju pemulihan. Tetapi untuk penetapan status musim dan ancaman potensi bencana, kita masih dalam posisi kosong,” ujarnya, Kamis (12/3).

Menurut Rahmi, penetapan status siaga karhutla nantinya akan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Keputusan tersebut bergantung pada perkembangan titik panas (hotspot) dan kondisi cuaca dalam beberapa pekan ke depan.

Meski status belum ditetapkan, BPBD mulai memperkuat langkah antisipasi.

Kerawanan tinggi diperkirakan terjadi di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Kondisi ini juga diperparah dengan siklus pasca panen padi yang menyisakan jerami kering di lahan pertanian sehingga rawan terbakar.

“Karena kita habis musim panen padi, lahan-lahan jadi kering dan jeraminya siap dibakar, yang mana juga kebanyakan wilayah tersebut adalah lahan gambut yang mudah terbakar,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi potensi kebakaran, BPBD memastikan sarana dan prasarana pemadaman sudah disiagakan di berbagai wilayah.

Setiap kecamatan di Balangan kini telah didukung satu unit mobil pemadam kebakaran. Sementara di tingkat desa tersedia mesin alkon serta sosialisasi kebencanaan yang rutin dilakukan kepada masyarakat.

“Sarpras kita untuk karhutla ini insyaallah lumayan terdukung. Kita berharap kesiapsiagaan yang telah dilakukan dapat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#BPBD Balangan #kemarau #lahan gambut