KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mulai pasang kuda-kuda menghadapi lonjakan permintaan bahan pokok penting (bapokting) jelang Idulfitri 1447 Hijriah. Selasa (10/3).
Untuk antisipasi ini, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pedagang di Pasar Kemakmuran.
Sidak yang melibatkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Ketahanan Pangan, Inspektorat, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), bertujuan memastikan rantai pasok tetap terjaga hingga lebaran.
Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis mengungkapkan, secara umum ketersediaan stok pangan untuk sepuluh hari menjelang lebaran dalam posisi aman.
Namun, pihaknya memberikan catatan khusus pada komoditas beras yang mulai mengalami tren kenaikan harga di tingkat pedagang.
“Hasil survei lapangan menunjukkan stok kita aman. Tapi memang ada beberapa komoditas yang harganya mulai merangkak naik, terutama beras. Kenaikannya bervariasi antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya,” terangnya.
Tak hanya beras, komoditas telur ayam juga terpantau mengalami kenaikan tipis di angka Rp1.000 per kilogram.
Menurut Syairi, kenaikan ini dipicu oleh hukum pasar klasik, tingginya permintaan yang tidak dibarengi dengan kecepatan distribusi barang ke Kotabaru.
“Ada beberapa faktor pemicu. Selain permintaan warga yang meningkat drastis jelang lebaran, kendala transportasi juga membuat pengiriman barang ke Kotabaru terkadang terlambat. Inilah yang memicu fluktuasi harga di pasar,” jelasnya
Syairi menegaskan, Pemkab Kotabaru tidak akan tinggal diam melihat potensi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Langkah mitigasi melalui operasi pasar dan pasar murah terus digenjot dengan menggandeng Bulog, perbankan, hingga pelaku UMKM lokal.
“Kita sudah lakukan beberapa kali pasar murah dan akan terus berlanjut. Tujuannya jelas, untuk menstabilkan harga sehingga masyarakat bisa menyambut Idul Fitri dengan tenang tanpa harus pusing dengan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi,” tegasnya.
Terakhir ia menyebutkan Pemkab Kotabaru berkomitmen akan terus melakukan pemantauan harian hingga H-1 lebaran.
“Jika ditemukan adanya penimbunan stok oleh oknum distributor yang nakal, Pemkab bersama satgas pangan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas demi menjaga kondusivitas ekonomi di Bumi Saijaan,” janjinya.
Editor : M Oscar Fraby