Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Irigasi Riam Kanan akan Dikeringkan, Ribuan Kolam Budidaya Ikan Bakal Terganggu

M Fadlan Zakiri • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:22 WIB

TERDAMPAK: Kolam budidaya ikan air tawar milik warga yang memanfaatkan air dari saluran irigasi Riam Kanan di Kabupaten Banjar.
TERDAMPAK: Kolam budidaya ikan air tawar milik warga yang memanfaatkan air dari saluran irigasi Riam Kanan di Kabupaten Banjar.

MARTAPURA - Pengurasan saluran primer irigasi Riam Kanan pada September hingga Oktober mendatang, pembudidaya ikan air tawar yang memanfaatkan air dari saluran irigasi diminta bersiap akan kekeringan.

Pengeringan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembersihan saluran irigasi yang dilakukan secara berkala. Meski bersifat rutin, langkah ini diperkirakan berpotensi berdampak terhadap usaha budidaya ikan yang bergantung pada aliran air irigasi.

“Kegiatan pembersihan saluran irigasi ini tentu ada potensi dampak terhadap usaha budidaya ikan warga,” terang Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Apriyan Mindar Waspodo, Senin (9/3).

Untuk diketahui, sebagian besar kolam budidaya di wilayah tersebut memanfaatkan air dari jaringan irigasi yang bersumber dari Waduk Riam Kanan.

Dari data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, sedikitnya 1.097 pembudidaya menggunakan air irigasi tersebut untuk kegiatan budidaya ikan air tawar. Maka, pihaknya mengingatkan para pembudidaya, untuk menyesuaikan aktivitas budidaya mereka dengan jadwal pengeringan yang telah direncanakan.

“Kami mengimbau para pembudidaya yang memanfaatkan air irigasi agar menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengatur jadwal panen lebih awal bagi ikan yang sudah layak jual sebelum masa pengeringan dimulai.

“Kami menginformasikan kepada pembudidaya agar ikan yang sudah siap panen bisa dijadwalkan untuk dijual lebih awal, sehingga tidak terdampak saat pengeringan berlangsung,” cetusnya.

Selain itu, pembudidaya juga diminta menyiapkan sumber air alternatif atau membuat penampungan air di sekitar kolam untuk menjaga keberlangsungan budidaya selama aliran irigasi dihentikan sementara.

Ia menjelaskan, kebutuhan aliran air sangat penting bagi beberapa jenis ikan budidaya seperti nila dan bawal yang memerlukan suplai air yang stabil untuk menunjang pertumbuhan. Sebaliknya, ikan patin dinilai relatif lebih tahan meski tanpa aliran air yang terus-menerus.

“Jenis ikan seperti nila dan bawal sangat bergantung pada air yang mengalir, sehingga perlu persiapan penampungan air. Sementara ikan patin tidak terlalu bergantung pada aliran air,” jelasnya.

Sebagai antisipasi, DKPP Banjar juga mengimbau pembudidaya melakukan sejumlah strategi. Di antaranya mengatur kepadatan tebar ikan di kolam, melakukan panen parsial atau percepatan panen bagi ikan yang sudah layak jual, serta memantau kualitas air kolam secara berkala.

“Cara itu diharapkan dapat meminimalkan potensi kerugian pembudidaya selama masa pengeringan saluran irigasi berlangsung,” katanya.

Memastikan informasi ini diterima oleh para pelaku usaha budidaya, pihak dinas juga akan melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk penyuluh perikanan, aparat desa, hingga media publikasi.

“Pemberitahuan ini kami sampaikan lewat para penyuluh, kepala desa, dan media elektronik agar para pembudidaya bisa mempersiapkan diri lebih awal,” ujarnya.

Sisi lain, Kepala Seksi Pemberdayaan DKPP Kabupaten Banjar, Nida mengatakan, sebagian besar kolam warga menggunakan air irigasi. Dengan kegiatan ini, akan berpengaruh terhadap ketersediaan air di kolam.

Saat ini terangnya, ribuan pembudidaya ikan di wilayah tersebut juga sedang menjalani proses pengurusan izin pemanfaatan air irigasi.

“Pendataan pembudidaya pengguna air irigasi masih terus berjalan sebagai bagian dari proses pengurusan perizinan,” katanya.

Dari data tersebut tercatat total ada 6.710 kolam budidaya perikanan yang bergantung pada aliran air irigasi Riam Kanan. 202 pembudidaya di antaranya berada di Kecamatan Martapura, 431 di Karang Intan, serta 464 di Martapura Barat.

“Jika dihitung secara keseluruhan, luas kolam yang memanfaatkan air irigasi Riam Kanan mencapai sekitar 342,23 hektare,” imbuhnya.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

 Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Riam Kanan #kalimantan selatan #Perikanan di Kalsel #DKPP Banjar #kabupaten banjar