PELAIHARI - Pengerjaan normalisasi saluran air di area perusahaan swasta PT Sumatera Timur Indonesia (STI), Desa Kurau Utara, Kecamatan Kurau kini hampir selesai. Progres pekerjaan diperkirakan telah mencapai sekitar 95 persen.
Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan saluran yang terhubung langsung ke muara laut sepanjang kurang lebih tiga kilometer.
Selain itu, pembangunan tiga sodetan juga hampir rampung, yakni dua titik di Desa Kurau Utara dan satu titik di wilayah Handil Maluka. Saat ini pekerjaan yang tersisa hanya pemasangan klep pintu air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Minggu (8/3/2026), pengerukan saluran atau tabat di kawasan PT STI telah selesai. Saluran tersebut kini kembali terhubung dengan aliran sungai besar.
Normalisasi juga dilakukan pada saluran di sekitar sodetan yang mengarah ke laut dengan panjang sekitar tiga kilometer.
Pengerukan ini dilakukan untuk memperlancar aliran air, terutama saat debit meningkat.
Kepala Desa Kurau Utara, Bahrani B, mengatakan bahwa sebelumnya aliran air di lokasi tersebut sempat terhambat akibat penyempitan di sekitar tabat PT STI.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan jalur pembuangan air dari wilayah Kecamatan Bumi Makmur hingga Kecamatan Bati-Bati yang bermuara ke laut.
“Di lokasi ini air dari beberapa wilayah bermuara menuju laut. Setelah dinormalisasi, alirannya kembali lancar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terbentuk endapan yang menyerupai pulau kecil di dekat tabat PT STI sehingga memperlambat aliran air menuju muara sungai.
Pengerjaan normalisasi saluran pembuangan menuju muara laut ini merupakan hasil musyawarah sejumlah pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan Kurau dan Bumi Makmur.
Langkah tersebut diambil setelah banjir meluas di sejumlah wilayah pada akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026.
Editor : Arif Subekti