BANJARBARU – Sore tadi, suasana di Lentera Cafe Banjarbaru terasa berbeda. Anak-anak dengan busana rapi khas kegiatan budaya Banjar saling menyapa, sebagian tampak bercengkerama dengan teman yang datang dari daerah lain.
Mereka bukan sekadar berkumpul untuk berbuka puasa, tetapi sedang merajut pertemanan dan nilai kebersamaan yang diharapkan bertahan hingga dewasa.
Untuk pertama kalinya, Kerukunan Nanang Galuh Cilik se-Kalimantan Selatan menggelar silaturahmi Ramadan yang mempertemukan perwakilan dari 13 kabupaten/kota.
Kegiatan ini digagas bersama Yayasan Mendulang sebagai ruang kebersamaan bagi generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan pembinaan budaya Banjar.
Tahun ini, Kerukunan Nanang Galuh Cilik Kota Banjarbaru mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah.
Ketua Kerukunan Nanang Galuh Cilik Kota Banjarbaru, Ramadina Riski Saputri, menyambut langsung para tamu yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Bagi Ramadina, pertemuan ini bukan hanya tentang berkumpul. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan nilai-nilai penting kepada anak-anak sejak dini.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk menanamkan adab, etika, serta makna silaturahmi kepada generasi muda.
Anak-anak Nanang Galuh Cilik tidak hanya belajar tentang budaya dan penampilan, tetapi juga tentang bagaimana bersikap, menghormati orang lain, dan menjaga hubungan baik.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin anak-anak memahami pentingnya bersilaturahmi dan belajar nilai religius sejak dini, termasuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Minggu (8/3)
Pertemuan lintas daerah ini juga memperlihatkan bagaimana komunitas kecil dapat membangun jaringan kebersamaan yang luas.
Anak-anak yang biasanya hanya bertemu di daerah masing-masing kini bisa saling mengenal dan berbagi pengalaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan dari Bidang Seni dan Budaya, Sunjaya, serta Ketua Yayasan Mendulang Herma Aryana bersama jajaran pengurus.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui jalur budaya.
Bagi para pengurus kerukunan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara perdana. Silaturahmi Ramadan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin tahunan yang digelar secara bergantian oleh kerukunan Nanang Galuh Cilik di setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Dengan cara itu, anak-anak yang tergabung dalam komunitas ini tidak hanya tumbuh sebagai duta budaya Banjar, tetapi juga sebagai generasi yang memahami pentingnya nilai adab, kebersamaan, dan religiusitas dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah riuh tawa anak-anak yang saling berbagi cerita sore itu, harapan sederhana pun tumbuh tradisi kecil ini kelak menjadi ruang belajar yang menanamkan nilai-nilai baik bagi generasi Banua di masa depan.
Editor : Arif Subekti