Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Banjar, PMI Kabupaten Banjar, aparat TNI-Polri, serta relawan desa bergerak cepat saat menerima laporan adanya warga yang terjebak luapan air. Dengan peralatan evakuasi, korban diangkat dan dibawa menjauh dari lokasi genangan.
Namun, peristiwa tersebut merupakan bagian dari simulasi pembentukan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar Senin (2/3/2026) di Desa Kiram. Kegiatan ini merupakan kolaborasi BPBD Kabupaten Banjar, Yayasan Borneo Urban Lab (BUL), dan PT PLN Wilayah Kalselteng.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, H Abdullah Fahtar menyampaikan bahwa simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem.
“Melalui simulasi ini, masyarakat dilatih memahami jalur evakuasi, penyusunan peta risiko bencana, serta mekanisme pertolongan pertama saat terjadi keadaan darurat,” ujar Fahtar.
Sebanyak 115 orang hadir dalam kegiatan tersebut, dengan sekitar 70 peserta aktif mengikuti skenario simulasi. Dalam adegan, warga digambarkan panik menyelamatkan anggota keluarga menuju titik kumpul utama yang telah ditentukan Tim Siaga Bencana Desa Kiram.
Menurut Fahtar, pembentukan Destana merupakan bagian dari upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).
“Semoga dengan latihan berulang dan evaluasi sistem evakuasi, masyarakat Desa Kiram semakin tangguh dan mampu merespons bencana secara cepat, terarah, dan terkoordinasi,” ungkapnya.
Editor : Nurhidayat