Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Makin Menyusut, Populasi Kerbau di Kab Banjar Tergerus Pembangunan dan Daya Dukung Lingkungan

M Fadlan Zakiri • Selasa, 3 Maret 2026 | 11:35 WIB

MULAI MENYUSUT: Kerbau rawa milik peternak di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar. Populasi kerbau di daerah ini terus menurun seiring menyusutnya lahan rawa akibat alih fungsi dan pemban
MULAI MENYUSUT: Kerbau rawa milik peternak di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar. Populasi kerbau di daerah ini terus menurun seiring menyusutnya lahan rawa akibat alih fungsi dan pemban

MARTAPURA - Kabupaten Banjar masih dikenal sebagai salah satu daerah yang memelihara kerbau secara tradisional. Namun, keberadaan ternak khas rawa itu kini kian terdesak.

Populasinya terus menurun, tergerus pembangunan dan perubahan daya dukung lingkungan, terutama di wilayah sentra kerbau.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh Lulu Vila Vardi, menyebut sentra ternak kerbau saat ini hanya tersisa di dua kecamatan, yakni Cintapuri Darussalam dan Aranio.

 “Secara tradisional, Kabupaten Banjar memang punya populasi kerbau, seperti di Hulu Sungai Utara. Tapi sekarang sentranya hanya di Cintapuri Darussalam dan Aranio,” ujarnya, Senin (2/3).

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, populasi kerbau di kedua wilayah itu terus menyusut. Salah satu penyebab utamanya adalah laju reproduksi kerbau yang relatif lambat dibanding sapi.

“Kerbau itu biasanya beranak dua sampai tiga tahun sekali. Berbeda dengan sapi yang bisa satu sampai dua tahun sekali. Jadi pertambahan populasinya memang lebih lambat,” jelasnya.

Faktor lain yang tak kalah besar adalah perubahan lingkungan. Di Kecamatan Cintapuri Darussalam, lahan rawa yang menjadi habitat alami kerbau semakin menyempit akibat alih fungsi untuk berbagai aktivitas usaha dan pembangunan.

Sementara di Kecamatan Aranio, sebagian peternak mulai beralih memelihara sapi atau jenis ternak lain yang dinilai lebih menguntungkan dan mudah dipelihara.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Lingkungan Kalimantan #kalimantan selatan #kerbau #kabupaten banjar