Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Izinkan PKL Berjualan di Festival Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin Hanya Mulai Pukul 19.00 Wita ! Panitia Pastikan Jalur Pengunjung Tetap Lancar

Zulvan Rahmatan • Senin, 2 Maret 2026 | 14:05 WIB

PENERTIBAN: PKL ditertibkan jika berjualan di Festival Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin bukan pada jam yang ditentukan. Pengemis, pengamen dan gelandangan juga ditertibkan pada Minggu (1/3/2026).
PENERTIBAN: PKL ditertibkan jika berjualan di Festival Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin bukan pada jam yang ditentukan. Pengemis, pengamen dan gelandangan juga ditertibkan pada Minggu (1/3/2026).

BANJARMASIN - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Festival Pasar Wadai Ramadan mendapat kelonggaran waktu berjualan tahun ini.

Mereka diizinkan mulai membuka lapak pukul 19.00 Wita, atau setelah waktu berbuka puasa.

Koordinator Event Organizer, Muhammad Budiansyah mengatakan kebijakan ini diambil karena lonjakan jumlah PKL yang cukup signifikan.

Menurutnya, pasar wadai tahun ini hanya terpusat di satu lokasi, sehingga tidak ada pembagian keramaian seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk keberpihakan kepada pedagang kecil agar tetap bisa memanfaatkan momentum Ramadan.

“Pemerintah coba menyikapi kembali. Agar pengunjung tetap nyaman berjalan, dan PKL tetap bisa dapat rezeki,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, setelah pukul 19.00 Wita, arus pengunjung masih ramai, sehingga PKL tetap memiliki peluang berjualan tanpa mengganggu mobilitas pengunjung.

Saat ini, sekitar 100 lebih PKL telah diizinkan berdagang di tengah jalur pasar.

Mereka dibekali kartu identitas resmi yang wajib dikenakan selama berjualan.

Untuk mendukung operasional, setiap PKL dikenakan iuran Rp5.000 hingga Rp10.000 guna menutup biaya listrik dan kebersihan.

“Mereka juga diminta menyiapkan bak sampah sendiri, agar mengurangi berserakan sewaktu tim kebersihan kami turun,” jelas Budiansyah.

Ia memastikan, pengelolaan PKL tetap diawasi agar kawasan pasar wadai tetap tertib, nyaman, dan tidak semrawut.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Ibnu Sabil menyebut seluruh mekanisme telah diserahkan kepada pihak EO.

“Nanti mereka yang mengatur dan menatakan. Supaya jangan semrawut dan biar rapi,” tuturnya.

Dukungan pengamanan juga diberikan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin. Kepala Bidang Tibum, Muhammad Syarmani, memastikan pihaknya siap mengawal aturan tersebut.

“Jadi kita tinggal melaksanakan kesepakatan mereka. Itu yang kita tegakkan aturannya,” ungkapnya.

Petugas disiagakan di pintu masuk area pasar untuk memastikan kawasan tetap steril sebelum jam operasional PKL dimulai.

“Jika ada yang ingin masuk sebelum waktunya maka akan dilarang,” paparnya.

Sebelumnya, Satpol PP juga telah melakukan penertiban terhadap PKL yang melanggar jam berjualan, termasuk menegur gelandangan, pengemis, dan pengamen.

“Mungkin terkait sosialisasi masih ada PKL yang belum tahu, jadi semua dilakukan penertiban,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Festival Pasar Wadai Ramadan #banjarmasin #Izinkan #pkl