Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dampak Konflik Timur Tengah, Travel Umrah di Kalsel Tunda Keberangkatan Jemaah

Endang Syarifuddin • Senin, 2 Maret 2026 | 10:48 WIB

MENUNDA: Pemerintah mengimbau penyelenggara travel umrah untuk menunda keberangkatan jemaah menyusul situasi keamanan di Timur Tengah yang belum kondusif.
MENUNDA: Pemerintah mengimbau penyelenggara travel umrah untuk menunda keberangkatan jemaah menyusul situasi keamanan di Timur Tengah yang belum kondusif.
BANJARMASIN - Imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan jemaah umrah lantaran konflik di Timur Tengah dipatuhi oleh pelaku usaha travel haji dan umrah di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Keselamatan jemaah ditegaskan menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang.

Ketua Persatuan Travel Haji dan Umrah (FK Patuh) Kalsel, Saridi Salimin, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap imbauan pemerintah merupakan sikap bersama yang harus dijalankan. 

Menurutnya, keselamatan jemaah tidak bisa ditawar dan menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis.

“Sepanjang itu demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah, kami akan mematuhi apa yang ditetapkan pemerintah. Keselamatan jamaah adalah prioritas nomor satu,” ujarnya, Senin (2/3/2026) pagi.

Saridi mengakui, imbauan penundaan tersebut berdampak langsung terhadap jadwal keberangkatan jemaah. 

Pasalnya, persiapan umrah sudah dilakukan jauh hari, bahkan hingga program syawalan mendatang. Mulai dari tiket penerbangan, hotel, visa, hingga layanan di Tanah Suci, telah dipersiapkan matang sejak tiga hingga empat bulan sebelumnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada jemaah yang mengajukan pembatalan maupun penjadwalan ulang. Hal itu lantaran informasi penundaan masih terbilang baru. Pihak travel pun memilih bersikap tenang sembari menunggu perkembangan resmi lebih lanjut dari pemerintah.

“Kami mengimbau jemaah agar tetap tenang dan tidak panik. Ini kondisi force majeure yang harus disikapi dengan kepala dingin,” katanya.

Terkait kebijakan refund maupun reschedule, ia menyebut hal tersebut tidak mudah diterapkan dalam waktu singkat. Sebab, dana operasional sudah lebih dulu dikeluarkan oleh travel untuk berbagai keperluan keberangkatan jamaah.

Di sisi lain, Saridi memastikan kondisi jemaah Banua yang saat ini masih berada di Makkah dan Madinah dalam keadaan aman. Aktivitas ibadah berjalan normal, begitu pula situasi di Bandara Jeddah yang dilaporkan kondusif.

Menurutnya, penerbangan langsung (direct flight) ke Jeddah sejauh ini tidak mengalami kendala berarti. Maskapai yang melayani penerbangan tanpa transit di negara terdampak masih beroperasi normal. Sementara itu, penerbangan yang melintasi wilayah UEA berpotensi mengalami penundaan.

“Alhamdulillah, mayoritas anggota kami menggunakan penerbangan langsung. Situasi di Jeddah juga aman,” ujarnya seraya menyebutkan jumlah anggota yang dinaungi FK Patuh berjumlah 120 travel.

Saridi berharap situasi geopolitik segera mereda sehingga jamaah bisa kembali melaksanakan ibadah umrah dengan aman dan tenang.

“Jemaah tidak perlu galau atau panik. Mari kita berdoa agar kondisi segera kondusif dan ibadah umrah dapat dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan selamat,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Kalsel #umrah #konflik timur tengah