JAKARTA - Upaya meningkatkan aksesibilitas pendidikan di Kabupaten Balangan mendapat dukungan segar dari pemerintah pusat. Bupati Balangan, Abdul Hadi, secara resmi menandatangani naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima (BAST) satu unit bus sekolah dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, di Jakarta Pusat.
Kehadiran armada baru ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Bumi Sanggam. Bus tersebut diproyeksikan untuk melayani rute-rute sekolah yang selama ini sulit dijangkau transportasi umum, guna memastikan pelajar dapat sampai ke sekolah dengan aman dan tepat waktu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Balangan, Musa Abdullah, yang turut mendampingi bupati menyatakan bahwa hibah barang milik negara ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya di sektor transportasi pendidikan.
"Diharapkan dengan adanya bus sekolah ini dapat meningkatkan pelayanan pendidikan serta mengurangi angka keterlambatan dan risiko putus sekolah akibat kendala transportasi, sekaligus meringankan beban orang tua," ujar Musa.
Musa menjelaskan, pasca prosesi penandatanganan ini, pihaknya akan segera melakukan pemetaan rute operasional secara mendalam. Prioritas utama akan diberikan pada kawasan yang memiliki populasi pelajar tinggi namun minim akses angkutan pedesaan atau angkutan kota.
Langkah pemetaan ini bertujuan agar pemanfaatan aset negara tersebut benar-benar tepat sasaran. Dinas Perhubungan akan menyisir jalur-jalur yang menjadi titik jemput siswa di berbagai kecamatan untuk diintegrasikan dengan jadwal masuk sekolah, sehingga efektivitas pengelolaan armada dapat terjaga secara maksimal.
"Penandatanganan NPHD dan BAST ini merupakan prosedur formal pengalihan aset. Setelah ini, kewenangan penuh ada pada daerah untuk mengatur rute agar memberikan manfaat langsung bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat," tambahnya.
Dengan beralihnya status aset tersebut, Pemkab Balangan memiliki kendali penuh dalam operasional dan perawatan rutin armada. Infrastruktur transportasi yang memadai dipandang berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kelancaran proses belajar mengajar.
Setelah proses administrasi di Jakarta rampung, bus sekolah tersebut segera didatangkan ke Paringin untuk memulai tugasnya sebagai angkutan perintis pendidikan di Kabupaten Balangan.