Kabar gembira itu datang setelah weed harvester atau mesin khusus pemotong dan pengangkat gulma air dipastikan sedang dalam perjalanan menuju lokasi bendungan.
Selama ini, gulma kayapu yang tumbuh liar bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga meresahkan masyarakat sekitar.
Aktivitas warga yang memanfaatkan kawasan perairan pun ikut terdampak. Tak heran, harapan agar ada penanganan serius terus disuarakan.
Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan informasi itu berdasarkan keterangan dari pihak pengelola bendungan.
“Info dari Kepala Bendungan Tapin, gulma dan sampah apung akan dibersihkan menggunakan weed harvester yang didatangkan dari Banjarmasin. Alatnya sudah berangkat menuju bendungan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Weed harvester sendiri merupakan alat berat yang dirancang khusus untuk memotong dan mengangkat gulma atau rumput liar dari perairan seperti sungai, danau, rawa hingga waduk. Dengan alat ini, pembersihan diharapkan lebih efektif dan cepat dibanding cara manual.
Respons cepat dari pihak terkait pun mendapat apresiasi masyarakat. Tokoh Adat Dayak Meratus Kecamatan Piani, Karliansyah, mengaku sudah menerima pemberitahuan terkait rencana pembersihan tersebut.
“Kami berterima kasih atas respons dari Balai Wilayah Sungai yang mau membersihkan kayapu di Bendungan Tapin,” ucapnya.
Bagi warga Piani, langkah ini bukan sekadar pembersihan gulma. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa suara masyarakat didengar.
Harapan mereka sederhana, perairan kembali bersih, ekosistem terjaga, dan aktivitas warga dapat berjalan normal tanpa gangguan hamparan kayapu yang selama ini menutup wajah bendungan kebanggaan Tapin itu.
Editor : Sutrisno