Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Anggaran KIP Kuliah 2026 Naik, ULM Siap Jaga Akses Mahasiswa Kurang Mampu

Nurhidayat • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:40 WIB

ULM: Pintu gerbang utama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang menjadi simbol kebanggaan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Selatan.
ULM: Pintu gerbang utama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang menjadi simbol kebanggaan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Selatan.

BANJARBARU – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memastikan anggaran KIP Kuliah terus meningkat pada 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen negara menjaga akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, termasuk di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Berdasarkan data resmi kementerian, anggaran KIP Kuliah pada 2025 sebesar Rp14,9 triliun dengan sasaran 1.044.921 mahasiswa. Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi meningkat menjadi Rp15,32 triliun dengan sasaran 1.047.221 mahasiswa. Kenaikan sekitar Rp423 miliar ini menunjukkan keberlanjutan dukungan pemerintah terhadap pemerataan pendidikan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menegaskan KIP Kuliah merupakan instrumen strategis dalam memperluas kesempatan kuliah bagi generasi muda.

“Kami dari Kemdiktisaintek mengajak seluruh anak-anak Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu, terutama lulusan SMA/SMK, untuk jangan khawatir meneruskan ke jenjang kuliah, KIP Kuliah akan menjadi sarana untuk anak bangsa meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Menteri Brian.

Ia menekankan, bantuan biaya hidup dalam program KIP Kuliah merupakan hak penuh mahasiswa penerima dan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun.

Mulai 2026, distribusi penerima diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK penerima PIP atau yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1–4, khususnya yang lolos jalur SNBP dan SNBT untuk PTN. Skema ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan berbasis data sosial terbaru.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Muhamad Rusmin Nuryadin mengatakan kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kalimantan Selatan untuk mengakses program studi unggulan di kampusnya.

“Kami akan memastikan proses verifikasi dan penetapan penerima dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai pedoman kementerian. Mudah-mudahan untuk 2026 bisa benar-benar menjangkau desil4,” ungkapnya.

Dengan peningkatan anggaran dan penyempurnaan sistem distribusi, semoga KIP Kuliah terus menjadi jembatan harapan bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh dan menuntaskan pendidikan tinggi tanpa terkendala faktor ekonomi.

Editor : Nurhidayat
#KIP Kuliah 2026 #banjarmasin #Kalimantan Selantan #ULM Banjarmasin #ULM #KIP Kuliah 2026 terbaru