RANTAU – Lahan seluas 1,3 hektare di Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun ditanami bibit kopi liberika.
Sebanyak 10.000 bibit ditanam dan dibagikan dalam program pengembangan agroforestri kopi yang difasilitasi PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining).
Namun lebih dari sekadar angka, kegiatan ini menjadi titik balik kebangkitan petani kopi Hatungun.
Dari total bibit yang diproduksi, 650 batang ditanam di kebun percontohan (demplot) agroforestri. Sisanya didistribusikan kepada 35 petani untuk ditanam di lahan masing-masing.
Di demplot, kopi Liberika ditanam berdampingan dengan sengon, alpukat, durian, pinang, dan karet sebagai pohon penaung. Di sela-selanya, singkong dan porang menjadi tanaman antara. Pola ini memberi ruang bagi petani untuk tetap memperoleh hasil sambil menunggu kopi berproduksi.
Salah satu petani, Suyanto, mengatakan program ini bukan hanya tentang bibit. Namun tentang pendampingan dan keyakinan baru.
“Kami tidak hanya diberi bibit, tapi juga ilmu dan semangat. Petani kopi di sini semakin bertambah,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Sebelum penanaman dilakukan, para petani lebih dulu mendapatkan pembekalan teknis. Riset spesifik lokasi dilakukan bersama Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat untuk memastikan kesesuaian varietas dan metode tanam.
"Jadi Pelatihan Good Agricultural Practices juga diberikan dengan menghadirkan agronom dari Klasik Beans," tuturnya.
Rumah pembibitan lengkap dengan sistem irigasi sumur bor dibangun agar petani tidak bergantung pada musim. Dukungan pupuk hingga alat mesin pertanian turut disalurkan untuk menekan beban modal awal.
Sementara Penyuluh Kehutanan dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Hulu Sungai, Ikhsan menilai program tersebut sebagai aksi nyata kepedulian korporasi terhadap pemulihan ekosistem yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Adapun Project Manager KPP Mining Jobsite Rantau, Arditya Koesnindar, menyatakan optimismenya terhadap pengembangan komoditas ini.
“Kami mengharapkan dengan adanya KPP Mining di sini, petani-petani kopi di Hatungun dapat terus mengoptimalkan potensinya dalam mengembangkan komoditas eksotis ini,” ujarnya.
Editor : Arif Subekti