RANTAU – Rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Pasar Keraton Rantau menuai protes dari para pedagang setempat.
Mereka menolak jika koperasi tersebut nantinya ikut menjual kebutuhan pokok atau sembako yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama para pedagang pasar tradisional ini.
Salah satu pedagang, Lastri, pemilik Toko Anugrah, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi persaingan harga yang dinilai akan merugikan pedagang lama.
“Kami pun meminta agar tidak ada menjual sembako di Koperasi Merah Putih tersebut, karena kamin tersaingi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, meski harga yang ditawarkan nantinya sama, keberadaan koperasi yang menjual sembako tetap akan berdampak pada omzet pedagang kecil yang telah puluhan tahun merintis usaha di pasar tersebut.
“Walaupun harga sama di Koperasi Merah Putih, kami tidak ingin ada menjual sembako di sana. Karena kasihan kami yang sudah merintis puluhan tahun di Pasar Keraton Rantau,” tambahnya.
Keluhan tersebut, sudah disampaikan langsung kepada Bupati Tapin, Yamani. Ia menyebut, kepala daerah menyambut baik aspirasi para pedagang dan memastikan koperasi tersebut tidak akan menjual sembako.
"Para pedagang berharap komitmen tersebut benar-benar direalisasikan, sehingga keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya dapat berjalan tanpa mematikan usaha kecil yang sudah lebih dulu bertahan di jantung perdagangan Kota Rantau," ucapnya.
Editor : M Oscar Fraby