Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Sedikit, Rp300 Miliar untuk Rampungkan SPAM Regional Tanah Bumbu-Kotabaru

M Fadlan Zakiri • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:03 WIB

Ilustrasi rencanan pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru
Ilustrasi rencanan pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru

BANJARBARU - Estimasi anggaran untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Tanah Bumbu-Kotabaru atau Saijaan–Bersujud diperkirakan sekitar Rp300 miliar.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, perencanaan SPAM regional tersebut telah dilakukan sejak 2023 hingga 2025.

Prosesnya meliputi survei kebutuhan riil (real demand survey), kajian lingkungan, hingga penyusunan dokumen detail engineering design (DED).

Kepala Bidang Cipta Karya, di Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha menjelaskan, proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan air bersih bagi kawasan penyangga, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga kawasan industri di pesisir selatan Kalsel.

Ia Mengatakan, kesiapan perencanaan menjadi dasar penghitungan kebutuhan anggaran pembangunan SPAM regional tersebut.

“Perencanaannya sudah matang. Harapannya SPAM ini nantinya bisa mengalir dan mensupport kebutuhan air bersih untuk kawasan pendukung, kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri,” ujar Ryan saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Salah satu sasaran utama SPAM regional ini adalah KEK Pelabuhan Mekar Putih di Kabupaten Tanah Bumbu yang saat ini terus berkembang.

Bukan tanpa sebab, pihaknya menilai bahwa ketersediaan air bersih menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan aktivitas industri dan kawasan pendukungnya.

“Sudah banyak perencanaan yang disiapkan untuk mensupport KEK Pelabuhan Mekar Putih. Kawasan ini berkembang pesat, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Selain menopang kawasan ekonomi, jaringan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru juga direncanakan menjangkau Pulau Laut.

Wilayah ini selama ini menghadapi keterbatasan sumber air baku. Keberadaan SPAM regional diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk tahun 2026, fokus pembangunan masih diarahkan pada pengamanan dan pembebasan lahan. Namun hingga kini, lahan yang diajukan kepada pemerintah kabupaten dan kota setempat belum sepenuhnya dibebaskan.

“Kami harapkan lahan yang diminta bisa segera dibebaskan oleh teman-teman kabupaten/kota. Dengan begitu, pada tahun berikutnya kami dapat mulai menganggarkan kegiatan konstruksinya,” jelas Ryan.

Sementara itu, pengembangan jaringan SPAM menuju Pulau Laut masih menunggu kepastian penyelesaian pembangunan Jembatan Pulau Laut.

Dari sisi teknis, PUPR Kalsel  tengah mempertimbangkan efisiensi antara penggunaan pipa bawah laut atau memanfaatkan jaringan di atas jembatan.

Opsi jaringan di atas jembatan dinilai lebih mudah dalam pemeliharaan, serta memiliki risiko gangguan yang lebih kecil dibandingkan pipa bawah laut, yang menurutnya rawan terdampak aktivitas kapal dan tongkang.

“SPAM regional ini bukan hanya soal air bersih, tetapi menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan kawasan industri dan KEK yang terus berkembang di Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ujarnya.

Adapun realisasi pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru, masih bergantung pada progres pembebasan lahan serta kebijakan pimpinan daerah.

“Dengan perencanaan yang disiapkan secara bertahap, kami optimistis SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru dapat menjadi tulang punggung penyediaan air bersih sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan ekonomi di pesisir selatan Kalsel,” tandasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#Kotabaru #Dinas PUPR Kalsel #Tanah Bumbu #SPAM Regional #Pemprov Kalsel