Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemprov Kalsel Perkuat Lumbung Pangan ! Antisipasi Banjir dan Lonjakan Harga

M Fadlan Zakiri • Senin, 23 Februari 2026 | 16:28 WIB

PANEN: Pemprov Kalsel perlu enguatan lumbung pangan dan gudang penyimpanan hasil panen penting sebagai upaya menjaga stok dan stabilitas harga pangan di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).
PANEN: Pemprov Kalsel perlu enguatan lumbung pangan dan gudang penyimpanan hasil panen penting sebagai upaya menjaga stok dan stabilitas harga pangan di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).

BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat fungsi lumbung pangan dan gudang penyimpanan komoditas strategis sebagai langkah antisipasi gangguan distribusi dan lonjakan harga saat banjir.

Penguatan cadangan pangan ini difokuskan di wilayah sentra produksi padi dan jagung, terutama di daerah rawan terdampak cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan rehabilitasi lumbung pangan menjadi kebutuhan mendesak di Kalimantan Selatan.

“Ketika terjadi banjir, distribusi dan produksi pangan bisa terganggu. Karena itu lumbung sangat penting agar pasokan tetap aman,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).

Selain merehabilitasi lumbung yang sudah ada, Pemprov Kalsel juga menyiapkan pembangunan gudang penyimpanan untuk mendukung pengelolaan hasil panen, khususnya jagung yang telah dikeringkan.

Menurut Syamsir, sarana penyimpanan menjadi kunci karena produksi padi dan jagung di Kalsel terus meningkat, meski fluktuatif setiap musim.

“Tanpa gudang yang memadai, petani berisiko menjual panen saat harga rendah. Penyimpanan yang baik membuat nilai jual lebih stabil,” jelasnya.

Ia menambahkan, kualitas jagung sangat dipengaruhi penyimpanan pascapengeringan, sementara manajemen penyimpanan padi menentukan mutu beras dan daya saing di pasar.

Program penguatan lumbung pangan diprioritaskan di sentra produksi padi, yakni Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Rehabilitasi dan pembangunan lumbung baru di daerah tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Kami tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Namun sentra produksi tetap menjadi prioritas,” katanya.

Selain menjaga cadangan pangan, Pemprov Kalsel juga mendorong penguatan hilirisasi agar nilai tambah hasil panen tidak hilang.

Selama ini, distribusi masih didominasi gabah, sehingga potensi ekonomi banyak dinikmati di luar daerah.

“Ke depan, yang didorong bukan hanya gabah, tapi berasnya. Nilai ekonominya akan lebih besar bagi petani dan penggilingan padi,” ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan Kalsel yang pada 2025 berada di posisi cukup baik secara nasional.

Syamsir menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya menjaga produksi, tetapi juga memastikan stok aman dan distribusi berjalan lancar.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana kita mengamankan stok dan menjaga stabilitas harga,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#antisipasi banjir #lumbung pangan #lonjakan harga #Pemprov Kalsel