KOTABARU - Wangi aroma bingka kentang dan kesegaran es buah beradu dengan riuh rendah tawa pengunjung di Siring Laut Kotabaru, Minggu (22/2/2026) sore. Suasana ngabuburit di UMKM Ramadhan Saijaan Fest 2026 atau yang akrab disapa warga sebagai Pasar Wadai, terasa jauh lebih mendebarkan dari biasanya.
Bukan sekadar urusan mencari menu berbuka, ratusan pasang mata tertuju pada sebuah panggung kecil di sudut ikonik Kotabaru tersebut.
Di sana, sebuah sepeda gunung (MTB) yang masih mengkilap terparkir gagah. Itulah magnet utama yang membuat warga rela mengantri dan mengumpulkan kupon belanja mereka.
Kepala Diskoperindag Kotabaru, Risa Ahyani terlihat tampak bersiap memutar kotak undian. Inilah momen pengundian perdana di minggu pertama festival tahunan ini.
"Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada masyarakat yang telah menghidupkan ekonomi lokal melalui UMKM. Kita ingin Ramadan tahun ini tidak hanya penuh berkah spiritual, tapi juga membawa kebahagiaan nyata bagi para pembeli," ujar Risa Ahyani di sela acara.
Tanggapan masyarakat benar-benar di luar ekspektasi. Gelaran tahun ini dinilai lebih hidup dan inovatif dengan adanya doorprize mingguan yang diselingi hiburan musik santai. "Luar biasa sekali tahun ini. Biasanya kita cuma beli takjil lalu pulang, sekarang ada semangat lebih. Siapa tahu rezeki Ramadan, beli wadai (kue) malah pulang bawa sepeda bahkan kendaraan roda 2," ujar Rahman, salah satu pengunjung.
Senada dengan itu, Yudiamona bersama anaknya juga sedang menanti pengundian, mengungkapkan kegembiraannya. "Ide ini sangat bagus. Kami merasa dihargai sebagai pembeli. Suasananya jadi lebih seru, apalagi ada musiknya, jadi tidak terasa menunggu waktu berbuka. Semoga kegiatan seperti ini terus ada tiap tahun," katanya semangat.
Hadiah-hadiah menarik ini merupakan kontribusi dari berbagai sponsor yang peduli pada kemajuan UMKM di Bumi Saijaan. Rencananya, kejutan-kejutan serupa akan terus diundi setiap hari Minggu selama bulan suci berlangsung.
Bagi warga Kotabaru, Ramadhan Saijaan Fest 2026 bukan lagi sekadar pasar kuliner, melainkan festival harapan yang menyatukan kegembiraan, hiburan, dan dukungan bagi pedagang lokal.
Editor : Fauzan Ridhani