AMUNTAI – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana RTH Putri Junjung Buih di Kabupaten Hulu Sungai Utara selalu ramai dipadati warga.
Taman kota yang berada di antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan Norman Umar, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah ini berubah menjadi ruang temu favorit masyarakat selama Ramadan.
Di bawah rindangnya pepohonan, keluarga, remaja, hingga lansia duduk bersantai di bangku taman.
Anak-anak bermain di jalur pedestrian, sementara orang tua bercengkrama menunggu azan magrib.
Suasana sejuk dan akses gratis membuat taman ini menjadi pilihan utama untuk ngabuburit.
Apalagi, namanya diambil dari legenda Putri Junjung Buih, tokoh dalam cerita rakyat Banjar, yang menambah nilai historis kawasan tersebut.
Seiring waktu, taman yang telah berusia lebih dari empat dekade ini beberapa kali direvitalisasi tanpa menghilangkan karakter rindangnya sebagai paru-paru kota.
Saat Ramadan, kawasan sekitar taman juga dipenuhi pedagang takjil. Beragam kue tradisional, gorengan, hingga minuman segar berjajar di sisi jalan, mengundang pengunjung untuk mampir berburu menu berbuka.
Tak jauh dari taman, warga juga bisa menikmati panorama Sungai Balangan dari atas siring.
Pantulan cahaya senja di permukaan air menambah kesan syahdu suasana sore.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Hulu Sungai Utara, Masrai Swafajar Kejar, mengatakan taman ini memang dirancang sebagai ruang publik ramah bagi semua kalangan.
“RTH ini menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus ruang hijau kota. Saat Ramadan, aktivitas ngabuburit meningkat karena lokasinya strategis dan suasananya nyaman,” ujarnya, Senin (24/2/2026).
Ia menambahkan, kehadiran pedagang musiman turut menggerakkan ekonomi warga, selama tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.
Salah seorang pengunjung, Rahma (32), mengaku hampir setiap Ramadan datang ke taman ini bersama anaknya.
“Di sini adem, anak bisa bermain, dan dekat kalau mau beli takjil. Sambil nunggu azan, bisa lihat sungai juga,” katanya.
Menjelang magrib, taman semakin dipenuhi aroma makanan dan tawa pengunjung. Saat azan berkumandang, sebagian warga berbuka di tempat, sementara lainnya pulang membawa takjil.
RTH Putri Junjung Buih pun terus menjadi ruang kebersamaan warga Amuntai, terutama di bulan suci Ramadan.
Editor : Eddy Hardiyanto