Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Peringatan 100 Hari Wafatnya Habib Muhammad Nur Adha Kotabaru, Suasana Duka Masih Terasa

Jumain Radar Banjarmasin • Senin, 23 Februari 2026 | 11:55 WIB

MENGENANG: Peringatan 100 hari meninggalnya Habib Muhammad Nur Adha di Desa Mekarpura (Sungai Pinang) Pulau Laut Tengah.
MENGENANG: Peringatan 100 hari meninggalnya Habib Muhammad Nur Adha di Desa Mekarpura (Sungai Pinang) Pulau Laut Tengah.
KOTABARU - Seratus hari sudah Habib Muhammad Nur Adha wafat, suasana duka masih terasa di Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru. 

Sosok ulama yang dikenal rendah hati (tawadhu) tersebut meninggalkan celah rindu yang teramat dalam bagi masyarakat Bumi Saijaan. 

Ratusan jemaah tampak memadati lokasi peringatan 100 hari wafatnya sang habib di Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Minggu (22/2) sore menjelang buka puasa. 

Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara yang dimulai dengan lantunan syair Maulid Simtudduror (Habsy), disusul dengan pembacaan tahlil serta doa bersama.

Tak kurang dari 300 warga dari berbagai penjuru desa di Kecamatan Pulau Laut Tengah datang berduyun-duyun. Kehadiran para Habaib dan Syarif dari Kabupaten Kotabaru hingga Tanah Bumbu kian menegaskan betapa sosok almarhum sangat dihormati lintas wilayah.

"Kami benar-benar masih merasa kehilangan. Beliau bukan sekadar guru, tapi teladan nyata tentang kerendahan hati dalam mensyiarkan ajaran Islam," ucap Kamran, Kepala Desa Mekarpura saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Senin (23/2). 

Bagi masyarakat setempat di Pulau Laut Tengah, Habib Muhammad Nur Adha adalah sumber kesejukan. Cara mengajar yang santun dan jauh dari kesan menggurui membuat pesan-pesan agama meresap ke hati setiap jemaah.

"Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Harapan kami hanya satu, semoga beliau mendapatkan rahmat kubur yang seluas-luasnya, dan kami yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk terus mengamalkan ilmu yang beliau ajarkan," tambah Kamran.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin, kepergian sang habib yang masih menyisakan luka yang mendalam karena terjadi begitu cepat. Mengingat kembali ke belakang, Habib Muhammad Nur Adha menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, (16/11/2025).

Ia wafat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, takdir berkata lain dan tak bisa tertolong. 

Editor : Sutrisno
#Kotabaru