MARTAPURA - Pengawasan distribusi bahan pokok selama Ramadan di Kabupaten Banjar terus diperketat.
Pemerintah Kabupaten Banjar menggandeng Polres Banjar dalam setiap pelaksanaan Pasar Murah Ramadan 1447 Hijriah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah pencegahan penimbunan sembako.
Pengawasan ini menjadi bagian dari rangkaian pengendalian inflasi daerah, sekaligus implementasi kesepakatan lintas instansi yang sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi bersama aparat kepolisian.
Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar, Linda Yunianti mengatakan, pasar murah merupakan agenda rutin menjelang hari besar keagamaan.
Namun pada Ramadan tahun ini, pengawasan diperkuat untuk menutup celah penyelewengan distribusi.
“Kami berupaya menekan gejolak harga dan memastikan stok aman. Karena itu, kolaborasi lintas instansi, termasuk kepolisian, sangat penting agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Dalam setiap pelaksanaan pasar murah, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran.
Paket sembako lengkap ditawarkan seharga Rp57.000. Sementara beras subsidi ukuran 4 liter dijual Rp40.000 dengan kuota 200 paket.
Produk lain seperti Minyakita, teh, biskuit, popok, hingga produk UMKM turut disediakan untuk masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar Sipliansyah menjelaskan, Gerakan Pangan Murah digelar untuk menyediakan bahan pangan terjangkau bagi masyarakat, khususnya selama momentum bulan suci Ramadan.
Menurutnya, bahan pangan yang dijual telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Banjar.
“Untuk beras yang kami jual, sudah disubsidi sebesar Rp5.000 per liter,” jelas Sipliansyah.
Pada kegiatan GPM tersebut, DKPP Banjar menyediakan 400 liter beras lokal Siam Mayang dengan harga Rp40.000 per kemasan 4 liter atau sekitar 3 kilogram.
Selain itu, tersedia pula beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000 per sak.
Program Gerakan Pangan Murah ini direncanakan digelar di 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar.
Dari sisi pengawasan, Polres Banjar menurunkan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kasat Reskrim AKP Rifandy Purnayangkara Putra menegaskan, kehadiran aparat kepolisian bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan tidak disalahgunakan.
“Kami memastikan kegiatan ini berlangsung aman, tertib, dan transparan, serta tidak ada pelanggaran dalam distribusi barang kebutuhan pokok,” tegas AKP Rifandy.
Selain stan dari DKUMPP dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, pasar murah dan GPM juga melibatkan distributor serta pelaku UMKM binaan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar selama Ramadan, sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang bulan puasa.
“Pengawasan akan terus kami lakukan selama Ramadan untuk memastikan distribusi bahan pokok sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat,” tandasnya.
Editor : Arif Subekti