Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

SDN Dahai Tinggalkan Arsip Manual, Tata Usaha Sekolah Beralih ke Sistem Digital

M Dirga • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:52 WIB

Kepala SDN Dahai, Hairani, menunjukkan sistem pengelolaan arsip surat berbasis digital yang mulai diterapkan di lingkungan sekolah. (Hairani untuk Radar Banjarmasin)
Kepala SDN Dahai, Hairani, menunjukkan sistem pengelolaan arsip surat berbasis digital yang mulai diterapkan di lingkungan sekolah. (Hairani untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Transformasi digital di dunia pendidikan mulai menyentuh aspek yang selama ini kerap luput dari perhatian, yakni administrasi sekolah.

Di Kabupaten Balangan, SDN Dahai, Kecamatan Paringin, resmi meninggalkan sistem kearsipan manual dan beralih ke pengelolaan surat masuk serta surat keluar berbasis digital.

Langkah ini menjadi terobosan tersendiri, mengingat digitalisasi di tingkat sekolah dasar umumnya masih terfokus pada proses pembelajaran.

Di SDN Dahai, pembenahan justru dimulai dari jantung tata kelola sekolah, yakni administrasi dan kearsipan.

Inovasi tersebut diinisiasi langsung Kepala SDN Dahai, Hairani, S.Pd., M.M., yang mulai memimpin sekolah itu sejak 14 Oktober 2025. Sebelumnya, Hairani bertugas di SDN Paringin 2, sekolah dengan jumlah siswa dan rombongan belajar yang relatif besar.

Pengalaman memimpin sekolah dengan beban administrasi tinggi menjadi pijakan awal lahirnya gagasan digitalisasi arsip. Menurut Hairani, sistem pengarsipan fisik yang masih banyak digunakan sekolah-sekolah di daerah memiliki risiko besar, mulai dari dokumen rusak hingga sulit dilacak saat dibutuhkan.

“Sekarang ini, fokus kami tidak hanya pada digitalisasi pembelajaran, tetapi juga administrasi. Surat-menyurat adalah bagian penting yang harus dibenahi,” ujar Hairani, Minggu (22/2/2026).

Melalui sistem Agenda Surat Digital berbasis web, seluruh arsip surat di SDN Dahai kini tersimpan secara terpusat dan dapat diakses tanpa instalasi aplikasi tambahan. Dokumen bisa dicari dengan cepat melalui telepon genggam maupun laptop, sekaligus meminimalkan risiko kehilangan arsip.

Hairani menilai, sistem tersebut juga menjadi solusi transisi sebelum sekolah-sekolah di daerah sepenuhnya terintegrasi dengan aplikasi kearsipan nasional seperti SRIKANDI. Dengan pola ini, sekolah tetap dapat membangun budaya tertib arsip meski belum terhubung dengan sistem skala nasional.

“Ini sangat membantu. Pencarian dokumen lebih cepat dan arsip bisa terjaga dalam jangka panjang,” katanya.

Dari sisi infrastruktur, SDN Dahai dinilai cukup siap. Ketersediaan jaringan internet yang stabil menjadi faktor pendukung utama sehingga sistem administrasi berbasis web dapat berjalan tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Satpol PP Tanah Laut Sita Miras dalam Razia Ramadan, Ditemukan Tersembunyi di Semak

Pemanfaatan infrastruktur tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan wilayah tidak selalu menjadi penghalang untuk berinovasi. Dengan pengelolaan yang tepat, sekolah di kawasan pinggiran pun mampu melakukan lompatan dalam tata kelola layanan.

Ke depan, inovasi administrasi digital yang diterapkan SDN Dahai diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Balangan. Digitalisasi tidak lagi dipahami semata soal pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan efisiensi layanan pendidikan secara menyeluruh.

 

Editor : Arif Subekti
#inovasi #SDN #sistem #Balangan #paringin