Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Polisi Turun Tangan, Tanah Laut Tancap Gas Jadi Lumbung Jagung Kalsel

Norsalim Yahya • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:48 WIB

PAPARKAN: Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memaparkan rencana pihaknya untuk menjadikan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Kalsel. (Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
PAPARKAN: Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memaparkan rencana pihaknya untuk menjadikan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Kalsel. (Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
PELAIHARI - Upaya menjadikan Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebagai pusat produksi jagung di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai diarahkan lebih konkret.

Tidak hanya soal target dan wacana, strategi lapangan hingga pendampingan petani menjadi fokus utama dalam Fokus Group Discussion (FGD) yang melibatkan penyuluh pertanian dan aparat kepolisian, Jumat (20/2/2026) di Balairung Tuntung Pandang.

Salah satu yang mengemuka adalah pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam mengawal program pertanian. Polisi yang selama ini identik dengan keamanan kini didorong ikut memastikan program jagung benar-benar berjalan di desa, mulai dari tanam hingga panen.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan ketahanan pangan bukan lagi isu sektoral, melainkan urusan bersama. Karena itu, keterlibatan polisi dinilai penting untuk mempercepat program sekaligus memastikan tidak ada kendala di lapangan.

“Pendampingan harus nyata. Petani perlu didorong, diawasi, dan dibantu agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Di sisi lain, persoalan klasik seperti pemetaan lahan, kualitas bibit, hingga kemampuan sumber daya manusia pertanian juga menjadi perhatian. Penyuluh diminta tidak hanya memberi teori, tetapi aktif mendampingi petani dalam praktik budidaya yang lebih efektif.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, Muhammad Faried Widyatmoko, menyebut peningkatan luas tanam dan penggunaan teknologi pertanian akan menjadi kunci. Ia menilai potensi lahan di Tala masih besar, namun belum tergarap optimal.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tala, Hj Endang Isnawangsih, menyoroti pentingnya hasil diskusi ini diterjemahkan menjadi kebijakan nyata, bukan sekadar rencana. Menurutnya, penguatan sektor jagung bisa berdampak langsung pada ekonomi petani jika dijalankan konsisten.

Dorongan menjadikan Tala sebagai sentra jagung bukan tanpa alasan. Selain untuk memenuhi kebutuhan daerah, produksi yang stabil juga diharapkan mampu menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. 

Editor : Sutrisno
#Tanah Laut #Pelaihari #polda kalsel