Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tanpa Pasar Wadai Ramadan ! Bingka Legendaris di Tapin Tetap Laris

Rasidi Fadli • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06 WIB
MEMBUAT BINGKA: Salah satu pekerja di Bingka H Ifah Fauzan saat memasak bingka menggunakan kayu bakar.
MEMBUAT BINGKA: Salah satu pekerja di Bingka H Ifah Fauzan saat memasak bingka menggunakan kayu bakar.

RANTAU – Sudah dua tahun Pasar Ramadan tak lagi hadir di Kabupaten Tapin.

Namun, kondisi itu tak menyurutkan semangat para pelaku usaha kuliner musiman.

Salah satunya adalah Bingka Hj Ifah Fauzan yang tetap bertahan dan justru kebanjiran pesanan di awal Ramadan 2026.

Bingka legendaris yang diproduksi di Jalan Keraton Raya, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara ini masih setia menggunakan cara tradisional, dipanggang dengan kayu bakar.

Bukan oven modern. Aroma asap kayu menjadi ciri khas yang dipercaya menjaga cita rasa sejak puluhan tahun lalu.

Di hari pertama Ramadan, produksi langsung menembus ratusan biji. Sejak pagi, pembeli silih berganti datang.

Sebagian memesan lewat media sosial, sebagian lagi membeli langsung di lokasi.

“Memang dalam menjual kita menggunakan media sosial. Anak saya, Siti Mahmudah, yang membantu memasarkan,” tutur Hj Mastifah, Kamis (19/2/2026).

Strategi pemasaran digital itu terbukti efektif.

Pembeli tidak hanya datang dari Rantau dan wilayah Tapin, tetapi juga dari Banjarmasin hingga kawasan Hulu Sungai.

“Alhamdulillah walaupun tidak ada pasar Ramadan tahun ini, pemesanan bingka di sini cukup banyak. Bahkan di awal Ramadan ini ada peningkatan dari sebelumnya,” ujarnya yang kini berusia 66 tahun.

Soal harga, Bingka Hj Ifah Fauzan tetap konsisten. Satu bingka dijual Rp40 ribu, sama seperti tahun lalu. Usaha rumahan ini buka setiap hari sejak pukul 07.00 Wita hingga sore, selama persediaan masih ada.

Pelanggan dapat memesan terlebih dahulu atau datang langsung ke lokasi produksi.

Usaha ini bukan pemain baru. Bingka Hj Ifah Fauzan telah berjalan lintas generasi, dimulai dari orang tua, diteruskan oleh Hj Ifah, dan kini melibatkan sang anak. Di Rantau, namanya sudah melegenda dan uniknya hanya muncul setiap Ramadan.

Ada enam varian rasa yang ditawarkan, yakni bingka kentang, bingka tapi, bingka nyiur anum, bingka telur, bingka telur bakar, dan bingka telur roti. Dari semuanya, bingka kentang menjadi favorit pelanggan.

Salah satu pelanggan setia, Tati, mengaku rutin membeli bingka di tempat ini.

“Saya dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali beli bingka di sini. Favorit saya bingka kentang,” katanya.

Di tengah ketiadaan Pasar Ramadan, Bingka Hj Ifah Fauzan justru membuktikan bahwa cita rasa, konsistensi, dan adaptasi digital mampu menjaga eksistensi usaha tradisional.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Pasar Wadai Ramadan #Tapin #Bingka