KOTABARU- Tim Satgas Pangan Polres Kotabaru bergerak cepat mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok dan penting (bapokting) menjelang bulan suci Ramadan. Rabu (18/2) siang.
Dilapangan, petugas menyisir lorong-lorong Kompleks Pasar Kemakmuran untuk memastikan stabilitas harga di tingkat pedagang.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap kebiasaan naiknya harga kebutuhan dapur setiap kali memasuki hari besar keagamaan di Bumi Saijaan.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru, mayoritas harga komoditas utama terpantau masih sangat landai.
Tim Satgas menyimpulkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan yang melampaui batas kewajaran.
Kondisi stok barang pun dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga hingga beberapa pekan ke depan, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aksi borong yang berlebihan.
Kapolres Kotabaru melalui Kasat Reskrim, AKP Shoqif Fabrian Yuwindayasa, menegaskan bahwa pengecekan ini adalah bagian dari pengawasan ketat untuk memutus celah bagi para pedagang yang mencoba mempermainkan harga.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi antara kepolisian dan pemerintah daerah akan terus diperkuat guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
"Kami sudah mengecek langsung ke para pedagang. Untuk saat ini, harga-harga masih tetap dan relatif stabil. Belum ada kenaikan yang mencolok di berbagai sektor bapokting," ujar AKP Shoqif.
Secara rinci, beberapa komoditas dapur masih bertahan di angka normal. Untuk sektor minyak goreng, merk Alif dibanderol Rp 18.500 per liter, Bimoli Rp 22.000, sementara minyak curah tetap di angka Rp 14.000 per liter.
Begitu pula dengan komoditas beras, di mana Unus Mayang Super masih stabil pada harga Rp 25.355 per kg dan Semar Biru di angka Rp 12.903 per kg.
Stabilitas harga ini juga di sektor protein, dengan daging sapi yang masih bertahan di Rp 180.000 per kg, ayam broiler Rp 37.000 per kg, serta telur ayam ras yang dipatok Rp 29.000 per kg.
Menariknya, fluktuasi harga justru terjadi pada komoditas cabai. Meski mayoritas jenis cabai mengalami penurunan harga seperti Cabai Merah Biasa yang kini Rp 40.000 per kg dan Cabai Rawit Taji di angka Rp 65.000 per kg namun Cabai Rawit Merah menjadi satu-satunya yang mengalami tren kenaikan hingga menyentuh Rp 95.000 per kg.
Sementara itu, bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih masih terpantau tetap, masing-masing di harga Rp 55.000 dan Rp 35.000 per kg.
“Kami dari Satgas Pangan berkomitmen akan terus melakukan pengawasan berkala hingga Lebaran tiba demi menjamin kelancaran distribusi barang,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti