TANJUNG - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Tabalong membuka peluang bagi pelajar miskin untuk kuliah gratis.
Tahun ini, setidaknya mendekati tahun ajaran baru, akan dibuka kembali penerimaan beasiswa kuliah di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung, Jawa Barat.
Kuota yang diberikan terbatas, hanya untuk empat orang. Tidak lebih. Sebagaimana penerimaan tahun sebelumnya.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada DSP3AP2KB Tabalong, Dody Arief Riyono mengatakan, syarat menerima beasiswa harus masuk dalam data keluarga miskin di aplikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau aplikasi Silangkar (Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi). "Syarat lainnya punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tabalong," katanya, Jumat (13/2).
Beasiswa ini sepenuhnya gratis bagi warga miskin. Semua keperluan kuliah dibebankan Polteksos, sedangkan biaya hidupnya ditanggung Pemkab Tabalong.
Dody memastikan, untuk biaya hidup tahun ini akan ditambah, karena ada kenaikan pada sewa asrama. "Sebelumnya Rp2 juta, sekarang naik Rp500 ribu, jadi Rp2,5 juta," ujarnya.
Ia mengingatkan, dalam seleksi beasiswa ini tentunya akan diraih oleh para pelajar yang memiliki kemampuan akademisi baik.
Selain itu disetujui kedua orang tua. Soal izin satu ini, Dody mengakui cukup kesulitan karena warga miskin tidak berani melepas anaknya untuk tinggal jauh.
Untuk itu, DSP3AP2KB sebelumnya akan meminta pengertian orang tua penerima beasiswa, agar mau melepas anaknya menuntut ilmu jauh dari rumah. "Syukurnya, untuk orang tua penerima sebelumnya mau saja," cetusnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief