Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Krisis Dokter Spesialis di Kotabaru, Ini Kata Wakil Rakyat

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:42 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pengeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru  Foto: RSUD PJS Kotabaru.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pengeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru Foto: RSUD PJS Kotabaru.

KOTABARU- Fenomena menterengnya pembangunan infrastruktur rumah sakit di daerah tak selamanya berbanding lurus dengan ketersediaan isinya. Di Kabupaten Kotabaru, isu krisis dokter spesialis disinggung Anggota DPRD Kotabaru.

Anggota Komisi III DPRD Kotabaru, Rahmad menegaskan bahwa pembenahan layanan kesehatan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar urusan bangunan fisik.

Dalam Forum Group Discussion (FGD) Bapemperda yang dihadiri jajaran Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD beberapa waktu lalu, Rahmad melontarkan sentilan keras kepada eksekutif.

Ia mendesak agar pemerintah daerah tidak lamban dalam memburu tenaga medis ahli untuk mengisi kekosongan di Bumi Saijaan.

"Saya sudah sampaikan langsung ke Pak Kadis dan Pak Direktur RS. Tolong segera upayakan terkait dokter yang ada di rumah sakit. Kita semua tahu, saat ini kita masih sangat kekurangan dokter," tegas Rahmad, Selasa (17/2).

Ia menegaskan, bahwa legislatif tidak hanya menuntut, tetapi juga memberikan karpet merah dari sisi regulasi dan penganggaran.

Maka, ia meminta Dinas Kesehatan melakukan pendekatan persuasif, termasuk memanfaatkan jaringan para dokter senior. "Kami minta ke senior-senior dokter, kalau ada sanak saudara atau relasi yang ahli, kami siap menerima. Kami di legislatif siap mem-push alokasi anggarannya. Intinya, biaya beban dari dokter tersebut akan kita kawal di penganggaran," tambahnya.

 

Tak hanya mencari tenaga dari luar, Rahmad juga menyoroti potensi dokter internship yang saat ini sedang bertugas di rumah sakit daerah.

Ia berharap ada skema yang membuat mereka betah dan mau menetap di Kotabaru setelah masa tugasnya berakhir.

Sebagai langkah jangka panjang, ia menyarankan agar pemerintah daerah lebih progresif dalam memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah atau mahasiswa kedokteran yang akan lulus.

"Baru sekitar seminggu lalu saya koordinasikan kembali. Cari mahasiswa yang mau lulus, berikan beasiswa, dan lakukan rekrutmen dengan pendekatan persuasif. Terutama bagi mereka yang saat ini sedang magang atau bertugas di rumah sakit kita," jelasnya.

Menurutnya, krisis dokter spesialis di puskesmas-puskesmas juga menjadi pekerjaan rumah (PR) besar. Dengan dukungan anggaran yang siap digelontorkan DPRD, ia berharap tidak ada lagi alasan bagi Dinas Kesehatan untuk gagal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan layanan medis spesialis.

"Kami siap support penuh dari sisi anggaran. Jangan sampai bangunan rumah sakit kita megah, tapi masyarakat harus jauh-jauh keluar daerah hanya karena dokter spesialisnya tidak ada," katanya.

Editor : M Oscar Fraby
#Kotabaru #Dokter Spesialias #dokter #DPRD Kotabaru