PT Pamapersada Nusantara melalui Distrik BBSO menghadirkan CEO AS Academy ID, Sistia Raisanty sebagai narasumber utama. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya dengan penekanan lebih besar pada praktik.
HCGS Section Head PAMA BBSO, Prihadi Suseno menegaskan, pelatihan ini bertujuan agar setiap UMKM memiliki visi dan arah pengembangan usaha yang jelas.
“UMKM harus tahu produknya mau dibawa ke mana. Apakah hanya di Banjarbaru, ke Kalimantan Selatan, bahkan go nasional. Tadi ada UMKM yang sudah sampai Palangkaraya,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki produk unggulan yang dijaga kualitasnya, mengikuti perkembangan zaman, serta memperhatikan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital. Kepuasan pelanggan juga harus diukur melalui survei dan umpan balik agar produk terus diperbaiki.
"Public speaking ini menjadi jembatan agar teman-teman UMKM mampu mempromosikan produknya dengan baik, baik saat bertemu buyer, kurator, maupun saat presentasi,” tambah Prihadi.
Sistia Raisanty menjelaskan, pada volume kedua ini sekitar 75 persen sesi difokuskan pada praktik langsung. Peserta dilatih agar percaya diri berbicara di depan klien, melakukan pitching, hingga siap tampil dalam presentasi maupun kompetisi bisnis.
Salah satu peserta, Woro Respanti Sari, owner UMKM Woro Production olahan ikan dan sambal, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat.
“Kami diajarkan bagaimana berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, membangun jaringan, dan menawarkan produk kepada penjual maupun kurator. Ini sangat membantu,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, PAMA BBSO berharap UMKM binaan semakin percaya diri, profesional, serta mampu memperluas jaringan dan pasar, termasuk melalui galeri UMKM di Bandara Syamsudin Noor sebagai etalase produk lokal Banjarbaru. Editor : Nurhidayat