Chyntia Bella, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik STIA Amuntai asal HSS, berhasil meraih Juara 2 Silver Medal pada kategori Pariwisata dan Budaya serta penghargaan Best Presentasi Public Speaking dalam Lomba Inovasi Essay Tingkat Nasional di Universitas Janabadra Yogyakarta, Jumat (14/02/2026).
Potensi besar Loksado sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) menjadi inspirasi utama bagi Chyntia dalam menyusun gagasan berjudul “RB EXPRODUTOUR: Inovasi Program Edukasi Menjelajah Wisata Melalui Barcode QR dan MLR untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Era Globalisasi 5.0”.
Inovasi ini dirancang dalam bentuk website edukatif yang dapat diakses melalui barcode QR, memberikan informasi destinasi, agenda kegiatan, hingga peringatan cuaca bagi para wisatawan yang berkunjung ke Loksado.
Chyntia menjelaskan bahwa pilihannya menjadikan Loksado sebagai studi kasus penelitian didasari oleh profil wilayah tersebut yang sudah mendunia.
"Loksado merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang sudah dikenal luas. Disini saya merancang inovasi berbasis website untuk mempermudah pelayanan publik agar berdampak besar bagi pariwisata HSS yang berkelanjutan," jelas sosok yang juga Runner Up IV Putri Pariwisata HSS 2022 ini.
Keberhasilan Chyntia yang berkolaborasi dengan rekan timnya, Rahmawati Darma, mendapat apresiasi tinggi dari pihak kampus. Ketua STIA Amuntai, Reno Affrian, memberikan dukungan penuh terhadap pencapaian mahasiswanya.
"Saya selalu mendukung kegiatan mahasiswa yang ingin mengikuti lomba. Bagaimana pun hasilnya, itu merupakan sebuah pengalaman. Saya berharap mahasiswa STIA Amuntai dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Chyntia mengaku sangat bersyukur atas pencapaian di pengalaman pertamanya menulis essay ini.
"Saya merasa sangat bangga sekali mendapatkan kesempatan mengikuti dan memperoleh penghargaan dengan inovasi yang saya buat di tingkat lomba nasional. Jika saya tidak berani memulai menyampaikan inovasi ini mungkin saya akan tetap berada dalam fase tidak percaya diri terhadap kemampuan saya," ungkapnya.
Melalui prestasi ini, Chyntia berharap model tata kelola kolaboratif RB Exprodutour dapat diimplementasikan secara nyata dengan dukungan berbagai pihak.
"RB Exprodutour merupakan model tata kelola kolaboratif yang efektif dalam menciptakan public value di sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kami sangat sadar inovasi kami ini harus didukung oleh beberapa stakeholder baik dari stakeholder primer maupun stakeholder sekunder." pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan STIA Amuntai, Muhammad Afriaji menyampaikan, inovasi bertema Loksado ini selaras dengan keilmuan mereka.
Ia berharap gagasan tersebut dapat diimplementasikan dan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai kontribusi nyata mahasiswa.
Editor : Sutrisno