BANJARMASIN - Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HS), Sahrujani melantik Pengurus Kerukunan Mahasiswa Hulu Sungai Utara (KM HSU) Banjarmasin periode 2025/2026, Sabtu (14/2/2025).
Dalam pelantikan tersebut, mahasiswa HSU di perantauan didorong menjadi agen perubahan dan mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pelantikan yang mengusung tema “Meneguhkan Nilai Kebersamaan dan Profesional KM-HSU dalam Bingkai Kabinet Kolaboratif” itu dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, serta mahasiswa HSU di Banjarmasin.
H Sahrujani menegaskan kepengurusan KM HSU bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi amanah untuk menjaga nama baik daerah dan mempererat persatuan mahasiswa asal HSU. “Selamat kepada pengurus yang dilantik. Amanah ini merupakan tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik daerah, mempererat persatuan mahasiswa, serta menjadi wadah pengembangan intelektual dan kepemimpinan generasi muda daerah,” ujarnya.
Ia menekankan mahasiswa merupakan aset strategis daerah yang diharapkan aktif dan produktif, tidak hanya dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat.
Pemkab HSU, kata Sahrujani, membuka ruang kolaborasi bagi kegiatan positif mahasiswa yang sejalan dengan visi pembangunan daerah religius, maju, dan sejahtera.
Bupati juga mengajak pengurus menjalankan organisasi secara solid dan menjunjung nilai kebersamaan. “Bangun organisasi yang kuat dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Manfaatkan masa studi untuk memperluas jejaring, melatih kepemimpinan, dan meningkatkan kepedulian sosial,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sahrujani menyebut sejumlah tokoh asal HSU yang berkiprah di tingkat daerah dan nasional sebagai inspirasi bagi mahasiswa, di antaranya Rudy Resnawan dan Idham Chalid.
Pelantikan turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dewi Raisha Aprillia, Ketua Komisi I DPRD HSU Almien Ashar Safari, jajaran Pemkab HSU, serta perwakilan Polres HSU.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat solidaritas mahasiswa HSU di perantauan sekaligus sinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan daerah.
Editor : Fauzan Ridhani