Melainkan forum penting untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menurut Tajudin, hasil Musrenbang harus menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah karena seluruh usulan berasal langsung dari kebutuhan riil masyarakat di desa.
“Musrenbang jangan dianggap kegiatan seremonial atau administrasi saja. Di sinilah masyarakat menyampaikan kebutuhan nyata di lapangan dan itu wajib kita perjuangkan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Batang Alai Utara, dirinya siap mengawal seluruh usulan prioritas agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah.
“Saya berkewajiban mengawal usulan masyarakat di dapil saya. Aspirasi yang disepakati di forum ini akan kami perjuangkan sampai tahap penganggaran,” tegasnya.
Namun demikian, Tajudin juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah saat ini mengalami penyesuaian cukup besar.
APBD Kabupaten HST dipangkas sekitar Rp220 miliar dari target awal Rp2,5 triliun sehingga sejumlah program pembangunan harus dijadwalkan ulang.
“Beberapa kegiatan mungkin harus ditunda, bukan dicoret. Kita berupaya semaksimal mungkin agar APBD ini tetap dapat dirasakan oleh masyarakat Batang Alai Utara secara keseluruhan di 13 desa,” katanya.
Ia memastikan salah satu proyek yang tidak tertunda adalah pembangunan jalan samping jembatan Masjid Ilung arah Awang hingga Hilir.
Sementara penguatan tebing di Ilung Pasar Lama juga akan terus diperjuangkan agar dapat direalisasikan pada 2027.
Sementara itu, Camat Batang Alai Utara Julianor Syahdini menyampaikan masyarakat sangat berharap dukungan pemerintah daerah terhadap usulan pembangunan yang disampaikan.
“Kami masyarakat Batang Alai Utara sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah. Kami juga siap mensukseskan program Pak Bupati. Apa yang kami usulkan di sini mudah-mudahan bisa terlaksana,” ucapnya.
Sejumlah aspirasi prioritas yang muncul di wilayah tersebut antara lain paving halaman kantor kecamatan, pembangunan pagar kompleks Kantor Camat yang disebut sebagai satu-satunya di HST yang belum memiliki pagar serta pengaspalan jalan akses kecamatan yang kerap tergenang saat musim hujan.
Editor : Sutrisno