Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

18 Persen Lansia Rentan, Skrining Kesehatan Calon Jemaah Haji Kabupaten Banjar Diperketat

M Fadlan Zakiri • Jumat, 13 Februari 2026 | 12:13 WIB
SYARAT ISTITAAH: Petugas kesehatan memeriksa kesehatan jemaah calon haji asal Kabupaten Banjar menjelang keberangkatan musim haji 2026, Kamis (12/2).
SYARAT ISTITAAH: Petugas kesehatan memeriksa kesehatan jemaah calon haji asal Kabupaten Banjar menjelang keberangkatan musim haji 2026, Kamis (12/2).

MARTAPURA – Dari total 671 calon jemaah haji asal Kabupaten Banjar tahun ini, sekitar 18 persen di antaranya masuk kategori lansia rentan yang memerlukan perhatian dan pendampingan khusus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah mengungkap, terdapat 131 jemaah berusia 60–79 tahun dan 13 jemaah berusia 80–82 tahun. Kondisi ini menjadi fokus utama pihaknya dalam pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jelang keberangkatan.

“Secara fisik dan medis mereka dinyatakan mampu menunaikan ibadah haji. Namun, perhatian ekstra tetap diperlukan, terutama bagi jemaah lansia dan yang memiliki penyakit penyerta,” ujarnya, Kamis (12/2).

Saat ini, seluruh jemaah telah menjalani dua kali pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat istitaah. Meski demikian, masih ada satu tahap pemeriksaan lanjutan yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah sebagai penentu akhir kelayakan terbang. Pemeriksaan ini memastikan kondisi kesehatan benar-benar stabil untuk perjalanan panjang ke Tanah Suci.

Dinkes Banjar memastikan seluruh jemaah telah menerima vaksin meningitis sebagai syarat wajib. Vaksin polio dijadwalkan pekan depan, sementara vaksin influenza dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana menuturkan jumlah jemaah haji tahun ini naik sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Mereka akan diberangkatkan melalui lima kloter dari Embarkasi Banjarmasin.

Ia membenarkan bahwa sekitar 18 persen jemaah masuk kategori lansia dan risiko tinggi. “Seluruhnya sudah melalui pemeriksaan kesehatan haji dan dinyatakan memenuhi syarat. Namun tetap harus menjaga kondisi karena masih ada pemeriksaan akhir di embarkasi dan pemeriksaan ulang di Arab Saudi,” jelasnya.

Rencananya, para jemaah tersebut akan diberangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin melalui lima kelompok terbang (kloter). Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 25 April 2026 mendatang.

Tahun ini, Ia memastikan seluruh jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia. Sementara, untuk pelayanan di Arab Saudi, diterapkan kebijakan satu embarkasi satu syarikah. Kabupaten Banjar berada di bawah layanan Al Bait Guest (Albayt Gas) Syarikah. “Tahun ini ada kebijakan baru, satu embarkasi satu syarikah. Berbeda dengan tahun lalu yang mencapai delapan syarikah,” katanya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#haji