BANJARBARU – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik Banjarbaru Support Office (BBSO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) bagi guru PAUD se-Kecamatan Landasan Ulin. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (12/10/2026).
HCGS Section Head PT PAMA BBSO, Prihadi Suseno, menyampaikan dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan agar kegiatan peningkatan kapasitas pendidik terus bergulir.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banjarbaru pada 2025 mencapai 8,3 dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan. Menurut Prihadi, penguatan sektor pendidikan akan berdampak luas pada lini sosial maupun ekonomi.
“Dengan pendidikan yang baik, akan menggerakkan banyak sektor. Karena itu kegiatan ini kami anggap penting dan perlu,” tegasnya.
Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby diwakili Kepala DP3APMP2KB, Erma Eviyani H, mengapresiasi Bunda PAUD Pokja Landasan Ulin dan PAMA BBSO atas kolaborasi nyata dalam meningkatkan kualitas SDM di Banjarbaru.
Ia menekankan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus yang dinilai memiliki potensi dan talenta untuk bersinar.
“Anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga guru, lingkungan, dan pemerintah. Guru PAUD perlu percaya diri dalam merangkul anak-anak yang memiliki keistimewaan,” ujarnya.
Camat Landasan Ulin sekaligus Bunda PAUD Kecamatan, Dinny Wahyudi SSTP, mengatakan pelatihan ini berawal dari inisiatif Pokja Bunda PAUD yang melihat langsung kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Banjarbaru, Feffy Ramadhiaty SST, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi guru PAUD sangat penting, terutama dalam menangani anak-anak spesial.
“Di Banjarbaru kami memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk menguatkan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Dengan pelatihan ini, guru PAUD dibekali kemampuan deteksi dini dan pendampingan,” katanya.
Editor : Nurhidayat