Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gubernur Kalsel Satukan Kepala Daerah Banua Enam di HSU, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas Mendesak

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:15 WIB
HADIR:Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Bupati HSU, H Sahrujani saat menemui awak media di Aula Dr Idham Chalid, Kabupaten HSU.
HADIR:Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Bupati HSU, H Sahrujani saat menemui awak media di Aula Dr Idham Chalid, Kabupaten HSU.

AMUNTAI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar rapat koordinasi pengendalian banjir kawasan Banua Enam di Aula Idham Chalid, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Rabu (11/2/2026).

Rakor digelar sebagai langkah cepat merespons persoalan banjir lintas wilayah yang kerap terjadi setiap musim hujan.

Rakor dihadiri Gubernur Kalsel H Muhidin, bersama sejumlah Kepala Daerah. Diantaranya, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani dan Hero Setiawan.

Hadir juga Bupati dan Wakil Bupati Tabalong, Wakil Bupati Balangan, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, serta Bupati Hulu Sungai Selatan.

Turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, dan unsur Forkopimda.

H Muhidin menegaskan penanganan banjir di kawasan Banua Enam tidak dapat dilakukan secara parsial karena keterkaitan daerah aliran sungai dari hulu hingga hilir.

Ia meminta seluruh daerah menyusun langkah terpadu melalui perencanaan tata ruang, pengelolaan DAS, normalisasi sungai, pembangunan tanggul, dan penguatan infrastruktur pengendali banjir. “Pengendalian banjir harus terintegrasi dan lintas daerah agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, H Sahrujani menyampaikan daerahnya menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir cukup besar setiap musim hujan.

“Saya harap rakor ini menghasilkan langkah konkret sekaligus dukungan program dan penganggaran dari Pemerintah Provinsi maupun pusat,” harapannya.

Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi memaparkan rencana teknis pengendalian banjir berbasis sungai utama dan anak sungai, termasuk program prioritas berupa normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, dan peningkatan kapasitas drainase di wilayah rawan genangan.

Dalam diskusi, masing-masing kepala daerah memaparkan kondisi lapangan, titik rawan banjir, serta kebutuhan prioritas penanganan.

Rapat juga menekankan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional agar pengendalian banjir berjalan efektif dan berkelanjutan.

Rakor tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam upaya menekan risiko banjir di kawasan Banua Enam dan melindungi masyarakat dari dampak bencana berulang.

Editor : Fauzan Ridhani
#Sahrujani #Amuntai #Pemkab HSU #pengendalian banjir #Kabupaten Hulu Sungai Utara